Apotik Bunda Diduga Milik Kakamp Kayu Batu Terindikasi Kangkangi UU Perlindungan Konsumen

Apotik Bunda Diduga Milik Kakamp Kayu Batu Terindikasi Kangkangi UU Perlindungan Konsumen

Way Kanan,Metronusantaranews.com_Menurut Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, peredaran obat keras tanpa resep adalah perbuatan melawan hukum.

Menurut salah satu sumber terpercaya saat dikonfirmasi Senin 24 Juni 2024 mengatakan, selain penjualan harus dengan resep dokter, Obat dengan dosis kuat harus tersimpan ditempat tertutup.

Hal tersebut tidak dengan Apotik Bunda Kampung Kayu Batu Kecamataran Gunung Labuhan yang merupakan milik Kepala Kampung dan/atau istri kepala kampung Kayu Batu 

Apotik Bunda nampak jelas menjual obat dosis keras dengan terang tetangan memajang dalam etalase. Sebagai mana diharuskan penjualan obat dengan dosis kuat harus tersimpan ditempat tertutup.

Patut diduga Apotik Bunda dengan sengaja menentang UU tindak pidana, Pasal 62 ayat (1) berbunyi, “Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c,huruf e, ayat (2) dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.”(**)