Camat Trimurjo Hadiri Rapat Persiapan Musim Tanam Padi Tahap 2

119

Lampung Tengah – Bertempat di gedung SDN 3 Kelurahan Simbarwaringin rapat pembahasan MT2 dilaksanakan, sabtu , 26/03/2022 sekira pukul 20.15 WIB dimulai.

Rapat ini di hadiri Kepala UPTD Pertanian Trijoto, Kepala Pengairan Trimurjo Suwono, Ketua Gapoktan, Ketua P3 Gabungan wilayah sekampung-Bunut, Ketua Kelompok tani, Kepala Lingkungan dan beberapa petani penggarap sawah.

Ketua P3A Simbarwaringin Suyut dalam sambutannya menyampaikan “saya merasa prihatin tanggul tersier sudah rusak dan jika dibesarkan takut jebol karena banyak yang bocor dan tanggul yang dulu besar serta dapat dilalui motor kini sudah tak bisa lagi”,katanya.

“Dalam kesempan ini saya selaku P3A tidak akan dapat berbuat banyak tanpa ada peran serta dari bapak-bapak sekalian”harapnya.

“Oleh karenanya di mohonkan pula kepada Pak Camat maupun Pak Lurah maupun dinas terkait untuk dapat bersama memikirkan nya . dan sebelum. Mengakhiri sambutanya suyut menyampaikan ucapan terimakasih yg sebesar besarnya kepada Bpk Camat. Selama saya jadi p3A baru kali ini camat duduk bareng dgn kami dan mau memperhatikan kami para petani”, imbuhnya.

Lain halnya Lurah Simbarwaringin Ansori menyampaikan ” Ada kekecewaan karena kesempatan yg baik ini yg dihadiri oleh.Camat, uptd pengairan dan uptd pertanian banyak para undangan yang tidak hadir. Ini adalah pertemuan untuk membahas MT 2 dan juga kesiapan di MT 1 bulan Oktober nanti dan kesempatan yang baik sekali ini juga bisa untuk menyampaikan keluhan keluhan para petani kepada pemerintah.

Sementara Camat Trimurjo Suparyono, S.lP.MM mengatakan “Ayo panen bareng-bareng untuk di di KH 3 karena ada sekitar 35 Ha. Sudah 8 Tahun tidakk terus aliri air. Dan mengajak semua pihak untuk bersama sama turun kelapakngan dana permasalahanya. Kemudian kita giatkan gotongroyong.

dengan memperhatikan 2 hal: yang petama bersihkan dahulu penyebab air tidak sampai kebawah baik rumput maupun lumpur, dan yang kedua petani penggarap harus turut serta bergotong royong dan jika bantuan dari pemerintah belum ada dapat dilakukan dengan swadaya” Ucapnya.

Kemudian ditambahkan kita sebagai petani juga harus patuh dan mentaati yang diatur oleh pemerintah dalam hal ini PU pengairan. Jika kita dijadwalkan tanam bulan A ya harus kita laksanakan.

Jangan sampai kejadian diKampung lain karna para petani dan ili-ili tidak siap dan lalai akhirnya pas padi membutuhkan air tersier kurang berfungsi dan sistem gilir tidak dapat maksimal, oleh karenanya kita tidak ingin melihat kejadian seperti ini terjadi disini ” tegasnya.

“Saya minta tanggul tersier di normalisasikan kembali seperti semula agar dapat mengangkut hasil panen dan pemupukan dapat dengan mudah, sebagai contoh diberbagai Kampung di persawahan setiap 2 ha sudah ada jalan” demikian tutupnya.

 

(Dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here