Diduga Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari Tidak Sesuai Juknis, La Songo Minta KPK Untuk Melakukan Pemeriksaan Semua Pihak Terkait

535

Metronusantaranews.com_Kendari – Proyek pekerjaan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 69 Miliar diduga tidak sesuai petunjuk teknis, sehingga menuai polemik ditengah-tengah masyarakat kota kendari.

Menanggapi terkait Proyek Jalan Lingkar Kota Kendari dengan menelan anggaran puluhan miliar, ketua DPD PPWI Sulawesi Tenggara, La Songo, mengatakan bahwa, pihaknya akan melaporkan proyek tersebut, Kamis (10/02/2022).

 

Pasalnya, berdasarkan hasil pantauannya dan menyikapi pada pemberitaan di beberapa media lalu, diduga proyek tersebut tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis).

Olehnya itu, dirinya meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) untuk segera memeriksa terkait Proyek Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp. 69 Miliar lebih.

“Intinya, terkait proyek jalan lingkar kota Kendari ini harus dikawal. Bila perlu nanti kami akan melaporkannya dalam waktu dekat ini,” ungkapnya

Lebih lanjut, ketua konsorsium aktivis Indonesia Sulawesi Tenggara (KAMI – Sultra) juga menyampaikan, Pantauan anggota kami dilapangan sebut saja Manton yang juga selaku Wakil Sekretaris III DPD PPWI Sultra , bahwa ditemukan beberapa titik pengaspalan yang dikerjakan namun terdapat Join atau sambungan pengaspalan yang tidak merata. Selain itu, Pori – pori Aspal pun terlihat jelas dan kasar. Sehingga aspal tersebut diduga tidak sesuai dengan Juknis.

Songo, begitu sapaan akrabnya, mengatakan Aspal tersebut diduga Hangus dan penyebabnya adalah diduga karena suhu panas yang terlalu tinggi akibat jarak AMP dan Titik Lokasi sangat jauh. Sehingga hanya dengan menggunakan tangan dan sepatu aspal tersebut sudah terbuka.

Selain itu, mantan ketua HMI Cab kota Kendari, juga mengatakan bahwa beberapa material yang digunakan dalam pembangunan jalan lingkar kota Kendari, salah satunya adalah material pasir yang diduga tidak sesuai bahkan kuat dugaan melanggar undang – undang Jalan No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, dimana telah di atur pada Pasal 9 Ayat 1.

Tak hanya itu, Menteri PUPR dan Dirjen Bina Marga, juga diduga melanggar undang – undang No 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan Tentang Diskresi.

Lebih Mirisnya lagi, selisih pagu anggaran dengan hasil menang tender sangat jauh kurang lebih 17 Miliar. Sementara anggaran selisih tersebut apakah bisa menjamin bahwa tidak berdampak pada Kualitas dan Kuantitas pekerjaan proyek agar tidak terjadi Cacat Mutu.

Olehnya itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera memeriksa, memanggil dan menetapkan tersangka kepada Kepala Balai, Satker dan PPK serta pihak Rekanan Kontraktor Atas dugaan dalam proyek tersebut.

Meski proyek tersebut belum usai dikerjakan tetapi pantauan dilapangan sangat diduga keras bahwa telah terjadi korporasi yang dapat menguntungkan secara pribadi maupun berkelompok.

“Dalam waktu dekat, kami khususnya yang tergabung didalam DPD PPWI Sultra akan melayangkan surat dan melakukan demonstrasi besar besaran.” Tutup Ketua DPD PPWI Sultra, La Songo

Diketahui, Proyek pembangunan jalan lingkar kota Kendari dikerjakan oleh PT. USAHA SUBUR SEJAHTERA. Yang bersumber dari dana APBN Murni Direktorat Jenderal Bina Marga (Balai Jalan Nasional Sulawesi Tenggara), dengan volume kerja sejauh 14 KM. (Helni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here