Diduga PT. Tiran Indonesia Tak Menghormati Keputusan Bersama, Kuasa Hukum PT. KDI Katakan Begini 👇👇👇👇👇

125

Metronusantaranews.com – Kendari – PT. Tiran Indonesia kembali disoroti dari salah satu aktivis Muda Sulawesi Tenggara terkait dugaan tidak mematuhi serta diduga tidak menghormati hasil keputusan bersama tentang jalan houling yang digunakan PT. TI yang disaksikan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Konawe Utara.

Firman, S.H.,M.H Selaku Kuasa Hukum PT. Kelompok Delapan Indonesia mengatakan bahwa sebaiknya PT. TI menghormati apa yang telah menjadi kesepakatan antara kedua perusahaan, yaitu untuk sementara tidak melakukan aktivitas di wilayah jalan houling tersebut.

Meski begitu, PT. Tiran Indonesia diduga tidak sama sekali menghormati kesepakatan antara kedua perusahaan tersebut yang disaksikan oleh APH.

Jevin begitu Sapaan akrabnya, untuk di ketahui oleh publik bahwa persoalan jalan houling yang digunakan PT. Tiran Indonesia berada di wilayah IUP PT. Kelompok Delapan Indonesia (KDI), bahwa kami punya hak untuk memutus jalan houling tersebut, karena jalan itu berada di IUP PT. KDI.

“Kami memutus jalan tersebut karena memiliki alasan yang kuat Dimata hukum, sebab kami juga sedang dan akan melakukan aktivitas penambangan didalam IUP kami. Lantas apa alasan PT. Tiran Indonesia keberatan dengan aktivitas perusahaan penambangan kami,” ucapnya dengan nada bertanya-tanya.

Kami sementara melakukan aktivitas penambangunan, baru saja memulainya, mengapa tiba-tiba di malam hari mereka (PT. TI) menerobos masuk di IUP kami dan melakukan penimbunan terhadap Eks galian yang kami sedang garap. Dan ini jelas sebuah pelanggaran hukum, dan kami mengalami kerugian secara materil. Sambung Jevin.

Lebih lanjut Jevin, kami menduga bahwa PT. Tiran Indonesia telah melakukan sejumlah kejahatan tanpa melihat regulasi serta peraturan yang menjadi acuan dalam melakukan aktivitas pertambangan, diantaranya PT. Tiran Indonesia diduga masuk di IUP kami (PT. KDI).

Pertama PT. Tiran Indonesia diduga membuat Jalan Houling tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dari perusahaan kami.

Kedua, diduga mereka melakukan pembukaan lahan kami untuk digunakan sebagai Stock File Ore Nikel tanpa melakukan koordinasi kepada pemilik IUP PT. KDI. Bukankah ini merupakan sebuah kejahatan ?.

Kami sampaikan kepada penegak hukum, Agar bersikap adil terhadap seluruh investor tambang di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara. Tersus untuk PT. Tiran Indonesia jangan pernah menjadikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang di istimewakan. Tegas Jevin.

Upaya hukum dan negosiasi tetap kami kedepankan untuk menghindari terjadinya konflik. Melalui media ini juga di sampaikan bahwa kami akan mengadukan semua yang terlibat pada proses terbitnya izin Tersus PT. Tiran Indonesia yang diduga kuat cacat administratif. Tutup Firman S.H.,M.H.

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT. Tiran Indonesia terkait persoalan tersebut.

Laporan : Helni Setyawan/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here