Dinas Lingkungan Hidup di Minta Tindak Lanjuti Usaha Ayam Petelur

214

Tulang Bawang Barat, Metronusantaranews.com – kandang ayam petelur yang berada di desa tiyuh gunung sari kecamatan lambu kibang kabupaten tulang bawang barat, membuat warga sekitar merasa tidak nyaman dengan bau busuk yang sangat menyengat dan banyak menimbulkan ratusan bahkan ribuan hama lalat yang menyerang setiap Rumah-rumah warga yang ada di seputaran tempat kandang ayam tersebut.

Mendapat informasi tersebut, lalu tim media mencoba mengunjungi kandang ayam yang terletak di desa tiyuh gunung sari tersebut.
Dan tentang apa yang di keluhkan warga setempat benar ada nya, sebab tim media baru sampai halaman rumah saudara Wabin, bau dari kotoran ayam tersebut memang luar biasa sangat menyengat bau busuk nya, lalu tim media mencoba menuju ke kandang tersebut dan ternyata keadaan sekitar kandang memang kotor dan jorok sekali, apa lagi kotoran yang menumpuk masuk ke dalam parit sangat menjijikan sekali karna sudah banyak belatung nya.

“karna tim media merasa tidak betah dengan bau busuk yang menyengat dan terasa mau muntah, lalu tim media bergegas meninggalkan lokasi kandang dan menuju ke rumah warga yang tidak jauh dari tempat kandang tersebut, Untuk konfirmasi terkait kandang ayam yang terletak di pemukiman warga, Saudara TR, saat di konfirmasi, saya selaku warga yang rumah nya dekat kandang ayam, sangat merasa tidak nyaman dengan aroma yang tidak sedap yang berasal dari kandang ayam tersebut dan di tambah dengan ratusan bahkan ribuan hama lalat yang sangat mengganggu apa lagi di saat kami makan, bukankah hama lalat tersebut banyak membawa penyakit dan tidak baik bagi kesehatan keluarga saya,” ucapnya.

Selanjut nya tim media menuju kediaman warga lain nya untuk konfirmasi, saudara HS, dan saudari TS yang rumah nya sangat mengeluh dan menyampaikan harapan nya, kami sebagai warga kami minta kalau bisa kandang ayam itu di pindahkan dari pemukiman warga kalau tidak tutup saja usaha tersebut,” ucap TS.
Iya mas apa lagi kalau musim hujan tiba kami Benar-benar tidak tahan mas dengan bau yang berasal dari kandang ayam tersebut,” tutup saudara HS.

Mendengar keluhan dari masyarakat lalu tim media mengunjungi kediaman saudara Wabin Yang memiliki usaha kandang ayam tersebut untuk konfirmasi, dan saudara Wabin saat di konfirmasi Mengatakan, saya sudah cukup lama mas, punya usaha ayam ini hampir 12 tahun dan sebelum saya punya usaha tersebut, hama lalat itu memang sudah ada, lagi pula usaha ini bukan milik saya tapi milik saudara Zainuri dari desa gunung terang dan saudara Fahmi dari unit dua tulang bawang,” tuturnya.

“Dan sebelum saya mendirikan usaha ini, saya sudah minta tanda tangan dan izin dari warga yang berada di lingkungan ini mereka sudah menyetujui nya dan bersedia untuk tanda tangan dan di ketahui oleh kepala desa tiyuh saudara Sapri semasa beliau masih menjabat.

Tapi dari keterangan beberapa warga yang sangat dekat rumah nya dengan kandang ayam tersebut, mereka mengatakan belum pernah tanda tangan untuk memberikan izin untuk saudara mendirikan usaha ini. Dan beberapa dari warga sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka meminta untuk kandang ayam tersebut agar di pindahkan dan bila perlu di tutup, Ah klo itu mungkin mereka tidak suka sama saya mas, wajar nama nya juga manusia pasti ada yang suka dan tidak suka sama saya mas,” ucap nya.

Lalu tim media mencoba untuk melihat surat izin dari lingkungan yang sudah di tanda tangani oleh warga dan kepala desa yang telah di buat,
Akan tetapi di surat tersebut terlihat jelas bahwa kepala desa nya belum menanda tangani dan mengecap surat izin tersebut dan terlihat cuma beberapa tanda tangan dari warga itu pun lokasi mereka yang cukup jauh rumah nya dari kandang ayam tersebut, dari situ dapat di simpulkan bahwa usaha saudara Wabin tidak memiliki surat izin usaha yang SAH.

“Untuk itu warga setempat meminta kepada Dinas dan instansi terkait dapat turun kelapangan dan menindak lanjuti usaha kandang ayam petelur milik saudara Wabin, yang terletak di desa tiyuh gunung sari tepat nya di Rk 03.
(Dedi-Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here