Kades Kuala Indah. PT. Bumi tidak peduli jalan, B. Harahap.SH: Eks Lahan galian C, PT. Bumi  Bagaikan Danau

279

Metronusantaranews.comBatu Bara_Sumut
Galian C Pasir Kuarsa milik PT. Bumi, didesa gambus laut,  Kecamatan Lima puluh,  Kabupaten Batubara,  Provinsi Sumatera utara,  sudah berjalan beberapa tahun, namun sistem Kerja berdasarkan kebutuhan pasir kuarsa.

Kegiatan galian C Pasir Kuarsa ditanah daratan, setelah selesai titik pekerjaan, maka eks lokasi galian C menjadi kubangan air bagaikan danau. Nah inilah bisa  disebut Perusakan alam/lingkungan, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama khususnya pemerintah kabupaten Batubara yang memiliki lahan. Sebut B. Harahap.SH dari sosial kontrol.

Menurut B. Harahap, kegiatan galian C Pasir kuarsa ini, dugaan kita telah mengabaikan Peraturan maupun Undang-Undang terkait lingkungan hidup Nomor 32 tahun 2009.

Sepengetahuan kita, lokasi tanah/bekas tambang galian C sesudah diambil pasir kuarsanya maka tanah/lokasi tersebut di Timbun kembali atau  dipagar sehingga tidak membahayakan masyarakat dan kesannya ada perbaikan atau tidak  merusak lingkungan,  ujar B.Harahap.

Polemik Sopir dan Mobil dumtruck warga Batubara tidak dilibatkan.

Iwan mengaku sebagai pelaksana kerja dari  PT. Putra Prima Perdana, mengatakan: alamat PT.Putra Prima Perdana di Kuansing Provinsi Riau. Sebagai mitra kerja PT. Bumi.

PT.Putra Prima Perdana, direkturnya bernama Candra,  kami kerjasama dengan PT. Bumi hanya sebagai penyedia mobil dumtruck pengangkutan pasir Kuarsa.

Terkait Sopir dan mobil pengangkutan warga Batubara tidak dilibatkan,  kami siap menerima sopir maupun dumtruck warga setempat,  namun harus mengikuti aturan kami, berat beban pasir kuarsa yang diangkut menurut aturan perusahaan kami, satu dumtruck bermuatan 7 baket escavator dengan berat 8  tonase setiap tripnya,  dengan upah angkut Rp. 110.000/trip. dan mereka tidak mau dengan 7 baket.  Ujar iwan.

Mobil angkutan tidak ada saya laporkan kedinas perhubungan dan kepolisian, kami bekerja tidak pernah kami melaporkan tentang seperti ini dimana kami bekerja,  namun coba tanyakan sama pak yunan,  beliau humas kami, sebut iwan.

Yunan ketika dikonfirmasi tidak besedia memberi keterangan. Senin (17/04/2022).

Matsah kepala desa kuala Indah, desa berbatas dengan desa gambus laut l,  jalan didepan kantornya dilalui pengangkutan pasir mengatakan: terkait Perusahaan hadir di kabupaten Batubara tidak melibatkan warga Batubara untuk bekerja, menurutnya bałekan saja para pekerja sopir dan mobil dum truck nya ke asalnya di Riau.

Namun demikian diharapkan kepada pihak terkait (Dishub) agar menertibkan sesuai aturan yang berlaku kepada setiap perusahaan yang melakukan kegiatan diBatubara,  termasuk apakah mobil angkutan pasir kuarsa sudah memiliki izin trayek,  termasuk pengangkutan pasir kuarsa dari desa lalang ke medan perlu di check izin trayeknya. Jika tidak mematuhi aturan tertibkan. Sebut Matsah.

Matsah juga mengatakan, PT. Bumi yang hilir mudik melakukan kegiatan termasuk tranfortasi jalan didesa kami,   ketika diminta bantuan pasir untuk penimbunan jalan yang  rusak, mereka tidak ada pedulinya atas permohonanan proposal yang kami buat,  padahal jalan itu untuk kepentingan umum. Mereka seakan hanya mengambil keuntungan saja dikabupaten Batubara.ungkap Matsah. (Sp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here