Lagi, PJ Bupati Kolaka Timur Tinjau Vaksinasi Untuk Anak Usia 6 – 11 Tahun Di SDN 1 Rate – Rate

651

Metronusantaranews.com – Kolaka Timur – PJ Bupati Kolaka Timur, Ir. H. Sulwan Aboenawas, M.Si, tinjau pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 – 11 tahun di sekolah dasar negeri (SDN) 1 rate-rate kecamatan Tirawuta Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, Rabu (2/2/2022).

Dalam peninjauan vaksinasi covid 19 untuk usia sekolah dasar tersebut yang dilakukan oleh PJ Bupati Kolaka Timur, turut didampingi oleh para staf ahli, asisten, kepala OPD, kepala bagian yang sempat hadir, serta kepala puskesmas Tirawuta, camat Tirawuta dan TNI/Polri.

PJ Bupati Kolaka Timur, Ir. H. Sulwan Aboenawas, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi covid 19 untuk usia 6 – 11 tahun akan terus berlanjut sampai selesai.

Selaku pemerintah daerah kabupaten Kolaka Timur, H. Sulwan Aboenawas, juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh penyelenggara kegiatan vaksinasi covid 19 di SDN 1 rate-rate, baik dari dinas kesehatan, puskesmas Tirawuta, camat dan terutama para guru sekolah

“Kegiatan Vaksinasi untuk usia 6 – 11 tahun merupakan lanjutan dari kegiatan dalam rangka menanggulangi penyelenggaraan covid 19, dimana kita ketahui, belum selesai covid 19, ini sudah adalagi varian baru yang disebut dengan omicron” kata H. Sulwan Aboenawas, dalam sambutannya.

Ketgam : Foto Bersama PJ Bupati Kolaka Timur, Ir. H. Sulwan Aboenawas, M.Si Bersama Salah Satu Murid Usai Di Vaksin

Mantan kepala dinas PMD Konawe, mengatakan, mengapa perlu dilakukan vaksinasi bagi anak usia sekolah atau usia 6 – 11 tahun, karena covid 19 ini tidak pandang bulu usia, sehingga dirinya menghimbau kepada para orang tua murid bahwa kegiatan vaksinasi ini adalah merupakan tindakan preventif yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran covid-19.

“Tidak usah khawatir, karena vaksinasi covid 19 untuk usia 6 – 11 tahun yang digunakan sudah melalui uji klinis dengan tingkat keberhasilannya kurang lebih 96 persen dibandingkan dengan vaksin dewasa yang hanya mencapai 68 persen” ungkapnya

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan kepada orang tua murid yang hadir dalam kegiatan vaksinasi covid 19, tidak perlu resah dan takut dengan vaksin tersebut karena vaksin yang digunakan sangat aman bagi usia anak.

“Tidak ada program pemerintah yang menyesatkan warga masyarakat” ujar mantan camat Wawotobi

Ketgam : Kepala Sekolah SDN 1 Rate-Rate, Nining Asni, S.Pd., M.Pd

Sementara itu, kepala sekolah SD negeri 1 rate-rate, Nining Asni, S.Pd. M. PD, menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan vaksinasi covid 19 untuk usia 6 – 11 tahun, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap orang tua murid dan para murid terkait vaksinasi tersebut.

“Hari Senin yang lalu, kami sudah Surati para orang tua murid terkait persetujuan orang tua murid, jika mereka setuju yah kami daftar jika tidak itu alasan apa, tapi setelah tuntas dari ketidaksetujuannya karena mungkin ada riwayat penyakit, itu tetap akan diinpentaris kembali baru dibuatkan lagi jadwal untuk diajukan” ungkap kepala sekolah SDN 1 rate-rate

Nining Asni, juga mengatakan bahwa jumlah murid di SDN 1 rate-rate sebanyak 392 murid dan murid yang siap divaksinasi hari ini sekitar 200 lebih murid, dan kegiatan vaksinasi covid 19 untuk usia 6 – 11 tahun akan tetap dilanjutkan, tetapi akan dijadwalkan kembali karena sekitar 120 lebih murid telah melakukan vaksinasi bias, karena syarat vaksinasi bias membutuhkan waktu sekitar empat Minggu baru dilakukan vaksinasi lanjutan.

Ditempat yang sama, kepala puskesmas Tirawuta, Asma Ristasari, S.Kep.NS, menambahkan jika vaksinasi yang digunakan untuk anak usia 6 – 11 tahun adalah jenis sinovac dengan dosis 0,5 mil, sedangkan jumlah vial yang disiapkan untuk Vaksin hari ini berjumlah 150 vial, dimana dalam 1 vial berisikan 2 dosis.

“Hari ini , kami tidak vaksin semua karena anak kelas satu baru kami selesai vaksin bias dan antaranya mesti empat Minggu baru bisa kami laksanakan vaksinasi dan hari ini juga kita tidak tau pada saat di skrining ada anak yang tidak bisa di vaksin atau pasien tunda terkait ada penyakit yang diderita pasti tidak bisa di vaksin” ungkap Asma, Sapa’an akrabnya

Vaksinasi Usia anak 6 – 11 tahun yang dilakukan mesti melalui skrining, itupun anak yang diskrining harus ada orang tua murid, karena Pihaknya tidak akan menyuntik anak jika tidak didampingi oleh orang tua murid, karena orang tua murid yang tau persis kondisi atau penyakit seorang anaknya.

“Jadi kalau ada vaksin tunda hari ini , nanti mengikut bersama dengan yang sudah vaksin bias dan nanti kami akan jadwalkan lagi disini”ujarnya

masih ditempat yang sama, Saharuddin, salah satu orang tua murid yang dimintai keterangannya terkait vaksinasi yang digelar di SDN 1 rate-rate, mengatakan jika dirinya sangat menyetujui anaknya di vaksinasi, karena sudah memahami berkat sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu oleh pihak sekolah.(*)

Laporan : Helni Setyawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here