Melihat Status Hukum DS Anggota DPRD Batubara Dan Restorative Justice

356

Metronusantaranews.com – Batu Bara_Sumut

Pemberitaan yang bergelombang tentang dugaan penangkapan terhadap DS soal tindak pidana penipuan dan penggelapan menghentakkan opini liar tentang status DS sebagai anggota DPRD Batubara apalagi sebelumnya dihebohkan dengan chat ,” Cumi cumi “.

Beberapa hari sebelumnya pemberitaan begitu gencarnya soal penangkapan dan penahanan namun belakangan hal tersebut terbantahkan oleh Pengacara Hukum DS pada media soal penahanan dengan alasan tak ada surat perintah penahan dari kepolisian setempat sektor Indra pura maupun dari Resor kepolisian Batubara yang menetapkan DS ditahan artinya dalam perkara tersebut masih ada ruang penyelesaian perkara kasus lembu tersebut demikian banyak media  online di Batubara memberitakan .

Pertanyaan yang selalu jadi bahasan masyarakat awam tentang istilah hukum Restorative Justice menjadi penomenal setelah Mahkamah Agung mengeluarkan istilah hukum tersebut jadi acuan umum dalam menyelesaikan perkara hukum yang menyangkut 4 hal tindak pidana ringan,persoalan pidana anak kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga dan  persoalan pengguna narkoba yang semuanya diatur oleh peraturan dan  surat edaran MA melalui Dirjen Peradilan Umum MA 22 Desember 2020 berlaku dilingkungan peradilan seluruh tanah air dan tidak kita temukan secara tekstual kasus yang menyangkut pasal 372 , 378 KUHP.dalam soal istilah hukum ” Restorative Justice”dari ketentuan MA ini.
Lalu dimanakah mekanisme penyelesaian mediasi ini diterapkan kepolisian Batubara sebagai payung hukum?.

Dalam proses penegakan hukum di kepolisian kita mengenal Ultimum Remedium yaitu suatu istilah upaya penegakan hukum sebagai jalan terakhir (Elgar 2004) artinya sebelum perkara diproses ada upaya mediasi kedua belah pihak berperkara untuk menghentikannya.
Melalui konsep Ultimum Remedium itulah azas hukum yang bersifat umum dijalankan kepolisian dalam penanganan proses penegakan hukum.
Kepolisian terikat dengan konsep hukum yang diatur di KUHAP yang mengutamakan minimal 2 alat bukti hukum  dan azas Ultimum Remedium.
Suatu perkara tidak harus lanjut  pelimpahan kasus kepengadilan lewat jaksa bila ada upaya mediasi Ultimum Remedium sebagai azas hukum perdamaian apalagi kuat dugaan kasus itu menyangkut perdata sehingga jalan terbaik Ultimum Remedium penyelesaian damai bagi kedua belah pihak artinya perkata tidak harus dilanjutkan dan inilah agaknya menginspirasi istilah Restorative Justice dari sang Pengacara Hukum DS saat mengklarifikasi soal perkara klaennya pada media online Batubara.

Sampai disitu,kita dapat bertanya kembali soal proses penegakan hukum ( Law enforcement ) ternyata  berjuang kepengadilan tidak harus lewat  jalan panjang .
Untuk mencapai putusan pengadilan inkrah final dan mengikat bisa menghabiskan waktu yang lama ,itulah sebabnya masyarakat awam tidak mau berurusan dengan hukum Karena prosesnya dapat melelahkan dan menghabiskan waktu berbulan bulan bahkan menahun  bagi sebagian orang yang memahami tentang jalur jalur penegakan hukum akan memaksimalkan peluang shot cut  memotong jalur panjang melalui upaya perdamaian dan itu sah menurut hukum Karena diatur dalam sistem hukum kita.

Terlepas dari pandangan ini penulis ingin mengungkapkan substansi penegakan hukum dari sudut pandang orang awam bahwa hukum tidak selalu diproses dengan waktu yang panjang dapat diselesaikan dengan cepat sepanjang kita dapat memahami    hukum tentu dibantu dengan para praktisi hukum yang mengerti dengan silat pertarungan proses hukum dan konsultan hukum yang memahami norma hukum dan latar belakang adanya historis hukum, mengapa semakin kita mengikuti perdebatan hukum samakin sulit kita keluar dari lebatnya hutan belantara hukum kecuali dengan pengetahuan hukum yang jernih .ternyata untuk mencari keadilan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan bagi para pecundang hukum.

*Penulis adalah pengamat sosial dan kebijakan publik
Ketua Resor POKDAR Kamtibmas Bhayangkara kab. Batubara. Kamis (14/04/2022).(Sp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here