Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki Tekankan Sinergi Lintas Sektoral untuk Jaga Kamtibmas
Metronusantaranews.com, Jawa Barat – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.
Kapolda Jabar mengatakan, pemeliharaan kamtibmas tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan kepolisian. Diperlukan komunikasi, koordinasi, serta keterlibatan berbagai pihak agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Menurutnya, tantangan keamanan saat ini semakin beragam, mulai dari kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran disinformasi, perdagangan orang, peredaran narkotika, radikalisme, hingga potensi konflik sosial.
Selain itu, dinamika ekonomi, pemutusan hubungan kerja (PHK), perubahan harga kebutuhan pokok, bencana alam, serta pembangunan infrastruktur juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.
“Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat harus dilakukan melalui langkah-langkah yang terencana, responsif, dan berkelanjutan. Deteksi dini, pencegahan, serta sinergi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Irjen Pol. Hengki, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektoral tidak boleh hanya dilakukan ketika gangguan keamanan terjadi. Kerja sama tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan melalui komunikasi terbuka dan langkah-langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam hal ini, pemerintah daerah dapat berperan dalam menangani persoalan sosial, dunia usaha turut menjaga kondusivitas lingkungan kerja, sedangkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas dapat membantu memperkuat kesadaran masyarakat serta menjaga kerukunan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sinergi lintas sektoral juga diperlukan untuk menghadapi ancaman di ruang digital. Polda Jabar terus mendorong penguatan patroli siber, pemantauan informasi, klarifikasi terhadap disinformasi, serta peningkatan kemampuan investigasi dengan melibatkan unsur terkait.
Langkah antisipasi lainnya mencakup pemetaan wilayah rawan, kesiapsiagaan personel, patroli preventif, serta penguatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
Kapolda Jabar menilai, pendekatan kolaboratif dapat membantu mengidentifikasi potensi persoalan dari berbagai sudut pandang sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas keamanan. Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap potensi gangguan dapat direspons secara tepat dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan pendekatan yang humanis,” katanya.
Penguatan kolaborasi lintas sektoral tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Jawa Barat dalam membangun sistem keamanan yang adaptif dan berkelanjutan. Kehadiran Polri diharapkan dapat menjadi penghubung bagi berbagai pihak untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang berkembang di masyarakat.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan, Polda Jabar berkomitmen menjaga wilayah Jawa Barat tetap aman, tertib, dan kondusif. Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat kepercayaan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Jabotabek
