Kapolres Aceh Selatan Jadi Irup di SMAN 1 Tapaktuan, Tekankan Literasi Digital dan Bahaya Hoaks

Kapolres Aceh Selatan Jadi Irup di SMAN 1 Tapaktuan, Tekankan Literasi Digital dan Bahaya Hoaks

MetroNusantaraNews.com | Aceh Selatan – Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera di SMA Negeri 1 Tapaktuan, Desa Hilir, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) yang diinisiasi Polri untuk mempererat hubungan dengan lingkungan pendidikan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya mengenai pentingnya literasi digital dan pencegahan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Upacara tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam AKP Muhammad Isa, S.E., Kasat Lantas AKP Aiyub, S.E., M.H., Kasat Binmas Iptu Yunizar, Kepala SMA Negeri 1 Tapaktuan Kurnaidi, S.Pd., M.Pd., para dewan guru, serta seluruh siswa dan siswi.

Dalam amanatnya, Kapolres Aceh Selatan menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial. Menurutnya, pelajar sebagai generasi yang akrab dengan teknologi digital perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan berita yang menyesatkan.

Untuk itu, AKBP T. Ricki Fadlianshah mengajak para pelajar menerapkan prinsip SARI, yakni Saring Sebelum Sharing, Amati Sumbernya, Rasional dan Kritis, serta Ingat Dampaknya.

Melalui prinsip tersebut, para siswa diharapkan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, memastikan kredibilitas sumber berita, berpikir kritis terhadap judul provokatif, serta memahami dampak sosial dan konsekuensi hukum akibat penyebaran informasi palsu.

“ Saya mengajak seluruh siswa untuk bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring setiap informasi sebelum membagikannya, karena hoaks dapat merugikan orang lain dan penyebarannya juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum,” tegas Kapolres.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti menambah wawasan, mendukung proses belajar, dan membangun komunikasi yang sehat. Para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.

Melalui kegiatan Polidik ini, Polres Aceh Selatan berharap kesadaran pelajar terhadap pentingnya literasi digital semakin meningkat sehingga mereka mampu menangkal hoaks dan menggunakan media sosial secara bijak.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya membangun kedekatan dengan generasi muda dalam membentuk karakter, menanamkan wawasan kebangsaan, dan meningkatkan kesadaran hukum sejak dini.

Seluruh rangkaian upacara bendera berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.(FAHRID) Kaperwil Aceh