Profil Pablo Benua, Kuasa Hukum Baru Sarwendah yang Juga Ketua Umum KNAI

Pablo Benua, kuasa hukum baru Sarwendah, dikenal sebagai Ketua Umum Komite Nasional Advokat Indonesia dan punya rekam jejak menangani sejumlah kasus besar.

Profil Pablo Benua, Kuasa Hukum Baru Sarwendah yang Juga Ketua Umum KNAI

Metronusantaranews.com - Nama Pablo Putra Benua Panggabean, atau akrab disapa Pablo Benua, kembali ramai disorot usai ditunjuk sebagai kuasa hukum baru Sarwendah. Di luar perannya mendampingi sejumlah figur publik, Pablo dikenal sebagai pengacara yang kerap menangani kasus-kasus besar sekaligus menjabat Ketua Umum Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI).

Latar Belakang dan Karier

Pablo lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia mendirikan kantor hukum sendiri, Reyben Strategic Law Firm, yang kerap dipercaya menangani perkara-perkara besar dari orang-orang penting. Selain berprofesi sebagai advokat, Pablo tercatat pernah menjabat anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, serta merambah bisnis lewat Reyben Multimedia dan beberapa perusahaan lain nya.

Ketua Umum KNAI, Organisasi Advokat Ribuan Anggota

Sebagai Ketua Umum KNAI, Pablo membawahi organisasi advokat yang disebut beranggotakan sekitar 1.800 advokat di seluruh Indonesia. Firma hukumnya juga diketahui memiliki sejumlah cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Pernah Bela Panji Gumilang di Kasus Al Zaytun

Nama Pablo sempat jadi sorotan pada 2023 saat ia menyatakan siap membela pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang, yang terjerat kasus dugaan penyimpangan, penistaan agama, hingga tindak pidana pencucian uang. Pablo bahkan mengaku siap membiayai seluruh biaya operasional pondok pesantren tersebut, yang ditaksir mencapai Rp120 miliar per tahun.

Laporkan Agus Salim atas Dugaan Penggelapan Dana Donasi

Pada akhir 2024, Pablo kembali disorot setelah beralih posisi dari kuasa hukum Pratiwi Noviyanthi (Teh Novi) menjadi kuasa hukum para donatur dalam kisruh donasi untuk Agus Salim. Ia melaporkan Agus Salim atas dugaan tindak pidana penggelapan dana donasi senilai sekitar Rp1,5 miliar, yang disebut semestinya dipakai untuk pengobatan mata Agus akibat siraman air keras.

"Gue bukan cuma menggugat ke pengadilan, tapi tadi malam gua sudah laporkan Agus atas dugaan tindak pidana penggelapan terhadap uang donasi," kata Pablo saat itu. Ia juga menegaskan pihak penerima aliran dana berpotensi ikut terseret bila terbukti ada penyalahgunaan.

Bagian Tim Pembela Jessica Wongso

Pablo juga tercatat sebagai bagian dari Aliansi Advokat Pembela Jessica Wongso yang digalang Otto Hasibuan dalam kasus kopi sianida. Bersama istrinya, Rey Utami, ia hadir dan ikut menyelenggarakan acara Doa Bersama dan Solidaritas untuk Jessica Wongso di Jakarta sebagai bagian dari dukungan tim pembela.

Selama proses itu, Pablo cukup vokal membongkar sejumlah kejanggalan kasus kopi sianida lewat kanal podcastnya, termasuk soal dugaan rekayasa rekaman CCTV Kafe Olivier. Ia bahkan sempat mendapat tekanan agar menghapus salah satu kontennya soal kondisi sel Jessica Wongso di penjara, namun menegaskan menolak permintaan tersebut.

Menangkan Kasasi Dualisme Ikatan Notaris Indonesia

Nama Pablo juga melekat pada kemenangan kasasi di Mahkamah Agung terkait konflik dualisme kepengurusan Ikatan Notaris Indonesia (INI). Lewat Putusan MA No. 1470 K/Pdt/2026, hasil Kongres XXIV INI di Tangerang pada 30-31 Agustus 2023 dinyatakan sah dan berkekuatan hukum mengikat, sementara hasil Kongres Luar Biasa (KLB) kubu lawan di Bandung dinyatakan tidak mengikat.

Sebagai bagian dari tim kuasa hukum Pengurus Pusat INI, Pablo menyebut pihaknya sejak awal yakin perkara ini bisa dimenangkan di tingkat kasasi, dengan alasan KLB Bandung dinilai cacat hukum karena melanggar AD/ART organisasi. Kemenangan ini mengukuhkan kepengurusan tunggal INI di bawah Ketua Umum Tri Firdaus Akbarsyah.

Dengan rekam jejak menangani sejumlah kasus besar itulah nama Pablo Benua kembali jadi perbincangan publik usai resmi mendampingi Sarwendah sebagai kuasa hukum.