Silaturahmi dengan Haji Uma, Geuchik Kapa Irmansyah Petik Pesan Berharga tentang Kepemimpinan
MetroNusantaraNews.com | Lhokseumawe – Geuchik Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Irmansyah yang akrab disapa Danton, menjalin silaturahmi dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sapaan Haji Uma, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Culture Coffee (CC), Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi momentum bagi Danton untuk mendapatkan nasihat dan pandangan mengenai pentingnya sikap rendah hati, kepekaan sosial, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai seorang pemimpin gampong.
Dalam kesempatan itu, Haji Uma menyampaikan pesan mendalam kepada Irmansyah (Danton) agar senantiasa menjaga kerendahan hati, tidak merasa paling pintar, serta mampu memahami perasaan dan keadaan orang lain.
“Jangan merasa pintar, tetapi harus juga pintar merasa,” demikian pesan Haji Uma kepada Danton.
Pesan sederhana tersebut memiliki makna yang sangat mendalam, terutama bagi seseorang yang dipercaya menjadi pemimpin dan mengemban amanah masyarakat. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan kemampuan dalam mengambil keputusan, tetapi juga harus memiliki empati, kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang dipimpinnya.
Jangan merasa pintar berarti tidak menganggap diri paling benar, tidak merasa lebih hebat daripada orang lain, dan senantiasa membuka diri untuk belajar, menerima kritik, serta menghargai pendapat masyarakat.
Sementara itu, pintar merasa berarti memiliki kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, merasakan kesulitan yang dihadapi masyarakat, serta mempertimbangkan dampak setiap keputusan terhadap kehidupan warga.
Bagi Danton selaku Geuchik Gampong Kapa, pesan tersebut menjadi pengingat penting bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan dan kewenangan, melainkan juga tentang keteladanan, tanggung jawab, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.
Seorang geuchik harus mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, memahami kebutuhan mereka, serta mencari solusi melalui komunikasi dan musyawarah. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pembangunan gampong dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan serta kepentingan bersama.

Kepemimpinan yang baik juga menuntut seseorang untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, seorang pemimpin harus hadir, mendengar, dan memahami apa yang dirasakan warganya, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan maupun membutuhkan perhatian pemerintah gampong.
Irmansyah (Danton) diharapkan dapat menjadikan nasihat Haji Uma tersebut sebagai motivasi sekaligus pedoman dalam menjalankan amanah sebagai Geuchik Gampong Kapa. Kerendahan hati, keterbukaan terhadap masukan, dan kemampuan memahami perasaan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan serta memperkuat kebersamaan.
Silaturahmi di Culture Coffee (CC), Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, tersebut juga menjadi pengingat bahwa nasihat yang baik dapat menjadi bekal berharga bagi seorang pemimpin dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Dengan mengedepankan prinsip rendah hati, kepekaan sosial, dan semangat melayani, Danton diharapkan mampu terus memperkuat kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta mendorong kemajuan Gampong Kapa melalui kebersamaan dan kerja nyata.
Sebab, pemimpin yang hebat bukanlah orang yang selalu merasa paling pintar, melainkan orang yang terus belajar, mampu memahami perasaan orang lain, dan tidak pernah melupakan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
