Targetkan 20 Hektare, Polres Aceh Barat Perkuat Program Ketahanan Pangan Komoditas Jagung
MetroNusantaraNews.com| Aceh Barat – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penanaman jagung perdana Kuartal IV Tahun 2026 sekaligus penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Keuramat, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (15/10/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Kaway XVI, jajaran TNI, Camat, Geuchik beserta perangkat desa, serta para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hasee Beurata.
Penanaman jagung dilakukan secara simbolis di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong terwujudnya swasembada jagung.
"Hari ini saya bersama perangkat desa, Pak Camat, Pak Keuchik, dan seluruh petani di Desa Keuramat melaksanakan penanaman jagung yang merupakan program dari Bapak Kapolri dalam ketahanan pangan. Target kita adalah peningkatan hasil produksi jagung yang nantinya akan dijual ke Bulog maupun pasar,” ujar AKBP Agus Sulistianto.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana pertanian yang memadai. Karena itu, Polres Aceh Barat turut memberikan bantuan alsintan kepada kelompok tani.
“Kami juga menyerahkan alsintan seperti pompa air untuk mendukung para petani agar lebih produktif lagi,” tambahnya.

Program penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari target yang lebih luas di wilayah hukum Polres Aceh Barat. Secara keseluruhan, ditargetkan sekitar 20 hektare lahan jagung dapat dikembangkan dan tersebar di sejumlah kecamatan.
Selain melaksanakan penanaman secara simbolis, Kapolres Aceh Barat juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air serta perlengkapan pendukung lainnya kepada Kelompok Tani Hasee Beurata.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan, meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian, serta mendorong peningkatan hasil produksi.
Kelompok Tani Hasee Beurata Targetkan Produksi Meningkat
Ketua Kelompok Tani Hasee Beurata, Samsuar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Aceh Barat atas dukungan yang diberikan kepada para petani, khususnya dalam pengembangan komoditas jagung.
Ia menyebutkan, hasil panen musim sebelumnya cukup memuaskan dan memberikan optimisme bagi petani untuk meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.
“Alhamdulillah, panen kemarin sudah sampai dan hasilnya sangat maksimal. Untuk penanaman satu hektare musim lalu sekitar 5 ton, target musim ini 12 ton sesuai arahan tadi,” kata Samsuar.
Samsuar menjelaskan, Kelompok Tani Hasee Beurata saat ini memiliki 25 anggota. Para anggota tidak hanya mengembangkan komoditas jagung, tetapi juga menjalankan berbagai usaha pertanian dan peternakan sesuai bidang masing-masing.
“Jumlah anggota kelompok kita ada 25 orang. Usahanya terpecah-pecah; ada yang fokus di budidaya jagung, semangka, budidaya ikan lele, peternakan sapi, hingga budidaya padi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman dan hasil positif yang diperoleh dalam dua tahun terakhir menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi metode budidaya maupun pengelolaan lahan.
Ke depan, Kelompok Tani Hasee Beurata berkomitmen meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, dan kelompok tani, program penanaman jagung tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Hasil produksi jagung nantinya diharapkan dapat diserap melalui jalur pemasaran yang tersedia, termasuk oleh Bulog, sehingga turut membantu menjaga ketersediaan dan stabilitas stok pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian serta memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada jagung.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
