Bantah Pemberitaan, Beko di Bom Lama Ranto Peureulak Gunakan Dexlite, Tanah Untuk Pemulihan Rumah Warga Pasca Banjir

Bantah Pemberitaan, Beko di Bom Lama Ranto Peureulak Gunakan Dexlite, Tanah Untuk Pemulihan Rumah Warga Pasca Banjir

MetroNusantaraNews.com| Aceh Timur — Pemberitaan mengenai aktivitas alat berat jenis excavator atau beko yang beroperasi di Desa Bhom Lama, Kecamatan Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mendapat bantahan dari pihak yang berada di lokasi.

Sebelumnya, beredar pemberitaan yang menyebut alat berat tersebut diduga menggunakan BBM subsidi jenis solar dalam aktivitas pengerukan tanah timbun. Namun, berdasarkan klarifikasi dari pihak di lokasi, tudingan tersebut tidak benar.

Pihak di lokasi menjelaskan bahwa excavator yang beroperasi menggunakan BBM jenis Dexlite, bukan solar subsidi.

“Beko tersebut menggunakan Dexlite, bukan BBM subsidi jenis solar,” demikian penjelasan pihak di lokasi saat memberikan klarifikasi.

Selain persoalan BBM, aktivitas pengerukan tanah tersebut juga disebut tidak semata-mata untuk kepentingan komersial sebagaimana yang diberitakan.

Tanah hasil pengerukan diangkut menggunakan dump truck untuk digunakan sebagai tanah timbunan bagi rumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir beberapa bulan lalu.

Penggunaan tanah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya membantu warga melakukan pemulihan kondisi rumah dan lingkungan pascabanjir.

Pihak di lokasi juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Pasalnya, sejumlah media online yang datang ke lokasi disebut hanya mengambil gambar dari sekitar lokasi tanpa melakukan konfirmasi secara langsung kepada pihak yang melakukan aktivitas maupun pihak terkait lainnya.

“Kalau memang ingin membuat pemberitaan yang berimbang, seharusnya turun dan melakukan konfirmasi langsung. Jangan hanya datang, memotret dari dalam mobil, kemudian membuat kesimpulan sendiri,” ujar pihak di lokasi.

Menurutnya, kegiatan jurnalistik semestinya mengedepankan verifikasi dan konfirmasi terhadap informasi yang diperoleh sebelum sebuah tudingan dipublikasikan.

Terlebih, tudingan mengenai penggunaan BBM subsidi merupakan persoalan serius yang seharusnya terlebih dahulu dipastikan berdasarkan fakta di lapangan, bukan hanya berdasarkan dugaan atau aroma dari knalpot maupun drum BBM.

Pihak di lokasi menegaskan bahwa mereka terbuka apabila instansi berwenang ingin melakukan pengecekan langsung terhadap jenis BBM yang digunakan maupun aktivitas pengerukan tanah tersebut.

“Kami tidak keberatan kalau ada pihak berwenang datang mengecek langsung. Silakan diperiksa BBM yang digunakan dan untuk apa tanah tersebut diangkut. Yang penting pemberitaan juga harus sesuai fakta,” tegasnya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak yang berada di lokasi berharap pemberitaan mengenai aktivitas excavator di Desa Bhom Lama tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Mereka juga meminta setiap media yang melakukan peliputan di lapangan mengedepankan konfirmasi, verifikasi dan keberimbangan, terutama sebelum menyebut adanya dugaan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan BBM subsidi.(FAHRID) Kaperwil Aceh