Dana Desa 2025 Diduga “Raib” Warga Sungai Pauh Pusaka Kepung Kantor Geuchik: Uang Negara Ditarik, Pekerjaan Nihil
MetroNusantaraNews.com, Langsa - Dugaan penyelewengan Dana Desa kembali mencuat di Kota Langsa. Kali ini, warga Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, secara terbuka menyoroti kinerja Pj Geuchik Freddy Alam Sujaya terkait tidak terealisasinya sejumlah kegiatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025, meskipun anggaran disebut telah ditarik seluruhnya.
Warga mengungkapkan, beberapa pos anggaran strategis hingga kini tidak menunjukkan realisasi di lapangan. Di antaranya dana ketahanan pangan, pembangunan MCK di kawasan KM 5 dengan anggaran sebesar Rp15 juta, serta dana pembangunan kulah (Bak) musala gampong sebesar Rp10 juta dan lainnya.

Ironisnya, tidak ada satu pun kegiatan fisik yang dapat dilihat masyarakat.
“Kami menduga kuat ada penyimpangan. Uang sudah ditarik, tapi hasilnya nihil. Ini bukan kelalaian biasa, ini patut dicurigai,” tegas salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi.
Tidak hanya satu atau dua kegiatan, warga menyebut masih ada sejumlah anggaran lainnya yang hingga kini tidak jelas peruntukan dan pertanggungjawabannya. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam karena Dana Desa seharusnya menjadi instrumen utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat gampong.

Lebih jauh, warga mengaku telah menempuh jalur resmi dengan melayangkan surat pengaduan ke Kantor Camat, serta menyertakan tembusan ke Wali Kota Langsa, DPRK Langsa, Inspektorat, DPMG, hingga Aparat Penegak Hukum (APH).
Namun, seluruh upaya tersebut disebut tidak mendapatkan respons maupun tindak lanjut yang jelas.
“Sudah berulang kali kami bersurat, tapi seolah-olah suara rakyat diabaikan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada audit, tidak ada penjelasan. Ini yang membuat keresahan semakin memuncak,” ujar perwakilan warga saat melakukan demo di kantor Geuchik Gampong Sungai Pauh Pusaka pada, Jum'at (06/02/2026).

Akibat kebuntuan tersebut, warga akhirnya menggelar aksi demo di Kantor Geuchik sebagai bentuk perlawanan sipil dan tuntutan transparansi. Aksi tersebut menuntut pertanggungjawaban Pj Geuchik Freddy Alam Sujaya serta mendesak aparat berwenang untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa Tahun 2025.
Warga menegaskan, aksi yang mereka lakukan bukan bermuatan politik maupun kepentingan pribadi, melainkan murni demi kejelasan penggunaan uang negara. Mereka mendesak agar dugaan penyimpangan ini diusut tuntas demi menjaga marwah Dana Desa dan mencegah praktik korupsi di tingkat gampong.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pj Geuchik Gampong Sungai Pauh Pusaka belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan warga tersebut.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
