Polres Aceh Tenggara dan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Hadirkan Bakti Sosial dan Trauma Healing untuk Korban Banjir
MetroNusantaraNews.com | Aceh Tenggara - Dalam wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir, Polres Aceh Tenggara bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan bakti sosial dan trauma healing pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kegiatan bakti sosial digelar di Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, personel Polres bersama mahasiswa STIK turun langsung menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen Polri dalam meringankan beban warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
Tak hanya memberikan bantuan materiil, kegiatan dilanjutkan dengan program trauma healing di Desa Simpur. Program ini difokuskan kepada anak-anak dan warga yang mengalami tekanan psikologis pascabanjir. Berbagai kegiatan positif digelar, mulai dari permainan edukatif, pemberian motivasi, hingga pendampingan psikososial.
Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta. Anak-anak tampak kembali tersenyum dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Upaya ini diharapkan mampu membantu memulihkan kondisi mental serta mengurangi rasa trauma yang dialami masyarakat.
Kapolres Aceh Tenggara, Yulhenri, S.I.K melalui Subsi Penmas Ipda Patar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Polri bersama mahasiswa STIK kepada masyarakat.
“Melalui bakti sosial dan trauma healing ini, kami berharap kehadiran Polri dan mahasiswa STIK dapat memberikan manfaat nyata, mempererat kedekatan dengan masyarakat, serta membantu memulihkan kondisi psikologis warga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran Polri bersama Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS dinilai membawa semangat baru dan harapan bagi warga untuk bangkit pascabencana.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
