BNNP Aceh dan Kemenag Perkuat Sinergi, Kurikulum Anti Narkoba Disiapkan untuk Generasi Muda
MetroNusantaraNews.com | Banda Aceh — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya melalui sektor pendidikan, keagamaan, keluarga, dan pembinaan generasi muda.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Senin (21/9/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membangun langkah bersama dalam memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Aceh.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan pendidikan, baik madrasah, pesantren maupun sekolah umum. Program tersebut diarahkan agar edukasi mengenai bahaya narkoba tidak hanya disampaikan secara insidental, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter dan ketahanan diri peserta didik sejak usia dini.
Implementasi program IKAN nantinya akan diperkuat melalui pelatihan dan bimbingan teknis bagi para guru dan pendidik. Dengan demikian, para tenaga pendidik diharapkan memiliki kapasitas yang memadai untuk menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba secara edukatif, tepat, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Kolaborasi juga akan memperluas jangkauan hingga jaringan 2.002 pesantren di Aceh, para penyuluh agama Kemenag di Banda Aceh dan Aceh Besar, serta lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan lainnya. Pendekatan pencegahan juga diarahkan agar dapat menjangkau komunitas lintas agama, termasuk Buddha, Hindu, Katolik, dan Kristen melalui lingkungan pendidikan dan kegiatan pembinaan keagamaan.
Berbagai momentum keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan juga akan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi P4GN. Salah satunya melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dinilai memiliki jangkauan luas dalam menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat.
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
“Lewat program IKAN, kita ingin materi pencegahan dan bahaya narkoba tertanam sejak dini dalam pikiran para siswa, baik di madrasah, pesantren maupun sekolah umum. Di era yang serba maju ini, anak-anak harus mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba sedini mungkin melalui lingkungan sekolah,” tegas Dedy.
Selain aspek pencegahan, BNNP Aceh juga mendorong penguatan fasilitas rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pemulihan akibat penyalahgunaan narkotika.

Menurut Dedy, pendekatan terhadap penyalah guna narkotika perlu memperhatikan aspek pemulihan secara menyeluruh, tidak hanya penindakan. Rehabilitasi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kesehatan, pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta persiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Penyalah guna tidak boleh hanya ditindak, tetapi juga harus mendapatkan kesempatan untuk pulih secara utuh. Kehadiran balai rehabilitasi menjadi sangat penting. Di sana mereka dapat memperoleh pembinaan, pemulihan kesehatan, penguatan mental, serta nilai-nilai agama sehingga siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Tiga Langkah Aksi Bersama
Selain membahas integrasi kurikulum dan penguatan fasilitas rehabilitasi, BNNP Aceh dan Kanwil Kemenag Aceh turut membahas sejumlah langkah konkret untuk memperluas gerakan pencegahan narkoba.
Pertama, Wadah Kreatif Generasi Muda.
Kedua instansi mendorong pelaksanaan perlombaan video edukatif bagi pelajar dan mahasiswa serta memperkuat produksi konten kreatif bertema pencegahan narkoba di media sosial dengan melibatkan para penyuluh Kemenag.
Kedua, Pencegahan Berbasis Keluarga.
Upaya pencegahan juga diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga melalui gagasan pemeriksaan tes urine bagi calon pengantin (Catin) sebagai salah satu langkah deteksi dini dan edukasi dalam membangun keluarga yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ketiga, Gerakan Pramuka Anti-Narkoba.
BNNP Aceh dan Kanwil Kemenag Aceh juga mempersiapkan pembentukan serta peluncuran Gerakan Pramuka Anti-Narkoba yang ditargetkan berlangsung pada Oktober mendatang. Gerakan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperluas pesan P4GN melalui kegiatan kepemudaan.
Sinergi antara BNNP Aceh dan Kanwil Kemenag Aceh diharapkan mampu memperluas jangkauan program P4GN secara lebih terintegrasi, khususnya melalui lingkungan pendidikan, pesantren, keluarga, komunitas keagamaan, dan organisasi kepemudaan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Aceh yang memiliki pengetahuan, karakter, ketahanan diri, serta lingkungan sosial yang semakin kuat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
