Ketua KCBI: Menyesalkan Sikap Kaur Keuangan Desa Tanjung Seri, terkait pengadaan DD 2020-2021.

426

Metronusantaranews.com – Batu Bara_Sumut
Pemerintah Desa Tanjung seri, Kecamatan Laut tador,  Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera utara, didalam Penggunaan  anggaran  Dana Desa (DD)  Perlu dipertanyakan.

Diantaranya yang menjadi Sorotan pengadaan internet dan Penerangan Lampu Jalan (PJU) Sumber Dana Desa (DD)  tahun 2020. serta Penggunaan DD tahun 2021.

Informasi harga-harga pengadaan cukup tinggi tidak sesuai dengan standart harga pasar pada umumnya.

Untuk mendapatkan keakuratan informasi hal tersebut diatas, awak media-tim memyambangi Kantor desa Tanjung Seri Selasa (11/01/2022).

Kepala desa R. Sugianto, Riki sekretaris Desa tidak ditempat, sedang ada urusan diluar. Sebut Ade.S mengaku kaur keuangan/Bendahara.

Ade.S  Saat dikonfirmasi terkait Penggunaan anggaran Pengadaan Internet besaran untuk setiap bulannya,  Ade.S hanya menjawab “Pembayaran internet satu tahun sekali, tidak bulanan,  namun Ade.S tidak bersedia menyebutkan angka nominalnya.

Ade.S,  langsung berdalih mengatakan: Untuk Konfirmasi masalah anggaran Dana Desa (DD) untuk kegunaan/Pengadaan, saya tidak bisa menjawab,  saya izin dulu sama pak Kades, saya kan bawahan, ujar Ade.S

Selanjutnya  Ade.S menghubungi Kades R. Sugianto melalui Hp seluler dan mengatakan tidak diangkat.

Lanjut Ade.S mengatakan: kalau konfirmasi silahkan kepada kepala desa saja, saya tidak bersedia memberikan keterangan, sebutnya.

Awak media-tim saat Permisi pulang dan ingin mencuci tangan,  tanki air cuci tangan Covid 19 dalam keadaan tanpa air, salah seorang Kaur mengatakan bahwa tanki air baru dicuci dan belum diisi air, sebutnya.

Menanggapi Sambutan Ade.S Selaku Kaur keuangan yang tidak bersedia di konfirmasi dan rasanya kurang bersahabat, Ketua KCBI Batu Bara Agus Sitohang sangat menyesalkan, sikap dari Ade.S yang demikian dengan nada tinggi dan wajah yang tidak bersahabat, seharusnya bersikap ramah dalam pelayanan. Ade.S kan seorang yang diberi amanah sebagai kaur keuangan.

Sebagai Kaur keuangan didesa seharusnya menjadi cerminan/Contoh tauladan buat para kaur lainnya, apa lagi buat masyarakat, kalau seperti ini akan semakin menambah keyakinan bahwa pengelolaan Dana Desa  bersumber dari uang negara, dengan sulitnya dikonfirmasi seolah ada yang ditutupi. Ujar Agus.

Padahal sebagai Pekerja yang mendapatkan Honor dari Negara sebaiknya memberikan keterangan secara tranfaransi, apalagi beliau sebagai kaur keuangan, dipastikan  mengerti keluar masuk anggaran Dana Desa yang dikelolanya, kalau sudah sesuai penggunaannya dan berdasarkan rujukan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, kenapa takut.

Kami sebagai sosial kontrol berhak mempertanyakan penggunaan Uang Negara,  apakah berjalan sesuai dengan UU. Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, seperti SOP diawali Musdus, Musdes dan Perdes, namun demikian kita akan klarifikasi ke inspektorat sebagai institusi Pemeriksa Penggunaan uang Negara. Sebut Agus.(Sp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here