Sat Lantas Polres Langsa “Tidur”? Balap Liar Mengganas, Nyawa Kakek Nyaris Jadi Tumbal!
MetroNusantaraNews.com | Langsa – Kesabaran warga Kota Langsa tampaknya sudah di ujung batas. Aksi balap liar yang kian brutal bukan hanya meresahkan, tapi kini benar-benar mengancam nyawa. Seorang kakek warga Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, nyaris meregang nyawa setelah dihantam keganasan para pembalap liar yang bebas berkeliaran di kawasan jalan PTPN.
Ironisnya, saat media ini mencoba mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Kasat Lantas Polres Langsa, AKP Hadriman, melalui pesan WhatsApp pada Minggu (3/5/2026), hingga berita ini diterbitkan pesan tersebut belum mendapat balasan Pertanyaannya sederhana namun menohok, di mana Sat Lantas Polres Langsa saat semua ini terjadi?

Balap liar bukan fenomena baru. Hampir setiap sore dan malam, suara knalpot bising serta deru mesin liar menjadi “lagu wajib” di sejumlah ruas jalan Kota Langsa. Namun anehnya, penindakan seolah hanya sebatas wacana. Tidak ada efek jera. Tidak ada rasa takut dari para pelaku. Yang muncul justru kesan pembiaran.
Warga menilai aparat seperti kalah cepat, atau bahkan kalah serius dibanding para pelaku balap liar yang terang-terangan melanggar hukum. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah penertiban memang tidak maksimal, atau ada pembiaran yang terus terjadi?
Insiden yang menimpa seorang kakek ini menjadi bukti nyata bahwa balap liar bukan sekadar kenakalan remaja. Ini sudah masuk kategori ancaman serius terhadap keselamatan publik. Jalan umum berubah menjadi arena maut, sementara masyarakat hanya bisa dihantui rasa was-was setiap melintas.

“Kalau sudah ada korban seperti ini, masih juga dianggap sepele? Harus tunggu ada yang meninggal dulu baru bergerak?” keluh seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Jika aparat terus gagal menunjukkan ketegasan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik akan semakin runtuh. Masyarakat kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar patroli formalitas atau razia sesaat yang tidak memberi dampak nyata.
Balap liar harus segera dihentikan. Jika tidak, Kota Langsa hanya tinggal menunggu korban berikutnya.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
