Lapas Cipinang Perkuat Keamanan lewat Dialog Langsung dengan Warga Binaan
Metronusantaranews.com, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang perkuat keamanan dan ketertiban melalui pendekatan yang tegas, preventif, dan humanis. Penguatan dilakukan dengan membangun komunikasi langsung bersama Warga Binaan di Blok E dan Blok B, Jumat (4/9), sebagai bagian dari deteksi dini serta pencegahan narkoba, handphone ilegal, dan berbagai modus penipuan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas I Cipinang, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, agar jajaran pengamanan hadir lebih dekat di tengah Warga Binaan dan membuka ruang komunikasi sejak dini.
“Arahan Bapak Kalapas kepada kami adalah menjaga keamanan dengan tetap mengedepankan pendekatan yang tegas, preventif, dan humanis. Petugas harus hadir di tengah Warga Binaan, bukan hanya ketika terjadi pelanggaran. Kami ingin setiap persoalan, keluhan, maupun potensi gangguan dapat diketahui dan dicegah lebih cepat,” ujar Fajar.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari salah seorang Warga Binaan. Menurutnya, kehadiran petugas secara langsung di blok memberikan ruang komunikasi yang lebih terbuka.
“Kami merasa lebih dekat ketika petugas datang langsung, menyapa, dan memberi kesempatan untuk berbicara. Jadi bukan hanya diingatkan tentang aturan, tetapi kami juga merasa didengar,” ungkapnya.
Dalam penguatan tersebut, Warga Binaan kembali diingatkan tentang larangan kepemilikan handphone ilegal, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta keterlibatan dalam praktik penipuan. Setiap pelanggaran tetap akan diperiksa dan ditindak sesuai ketentuan, sementara penyampaian informasi melalui petugas dan kanal pengaduan resmi terus diperkuat sebagai bagian dari deteksi dini.
Dalam kesempatan terpisah, Dr. Syarpani menegaskan bahwa keamanan yang kondusif harus dibangun melalui kombinasi ketegasan, komunikasi, dan kehadiran petugas sebagai pembina.
“Petugas harus tegas terhadap pelanggaran, tetapi juga hadir sebagai pembina yang mau mendengar dan memberi jalan penyelesaian. Saya berharap komunikasi seperti ini terus dibangun agar persoalan dapat diketahui lebih cepat, dicegah lebih awal, dan lingkungan pembinaan tetap aman serta kondusif,” tegasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas.
Penguatan serupa akan dilakukan secara bertahap di seluruh blok hunian melalui peningkatan kontrol, deteksi dini, komunikasi, dan penindakan terukur. Dengan pendekatan tersebut, Lapas Cipinang menempatkan keamanan bukan hanya sebagai fungsi pengawasan, tetapi sebagai bagian dari pembinaan yang tegas, terbuka, dan humanis.

Jabotabek
