Oknum Wartawan Hakiki Ramadhan Kembali Berulah, Ketua Harian APPI Mengecam Keras Aksi Pemerasan Yang Dilakukan

Oknum Wartawan Hakiki Ramadhan Kembali Berulah, Ketua Harian APPI Mengecam Keras Aksi Pemerasan Yang Dilakukan

Metronusantaranews.com, Jakarta — Ketua Harian Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Sogi Sasmita mengecam dugaan aksi pemerasan yang kembali menyeret nama Hakiki Ramadhan.

Sogi menegaskan, jika benar terdapat praktik meminta uang dengan mengatasnamakan wartawan, menggunakan identitas orang lain, serta mencatut nama media, maka tindakan tersebut bukan kegiatan jurnalistik dan tidak boleh dibungkus dengan nama pers.

“Pers bukan alat untuk memeras. Wartawan bekerja dengan fakta, konfirmasi dan kode etik, bukan dengan ancaman atau meminta uang. Kalau ada pemerasan, proses secara hukum,” tegas Sogi.

Menurutnya, dugaan penggunaan nama Faldi Valentino Kuron dan media News Metro untuk menghubungi salah satu Baur SIM di lingkungan hukum Polda Jawa Barat merupakan persoalan serius yang harus diusut berdasarkan bukti.

Sogi juga mengingatkan pejabat, aparat dan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada seseorang yang mengaku wartawan.

“Verifikasi identitas dan medianya. Jangan takut terhadap ancaman pemberitaan. Kalau ada permintaan uang atau intimidasi, dokumentasikan dan segera laporkan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sogi menegaskan APPI tidak akan memberikan pembenaran terhadap siapa pun yang mencoreng profesi wartawan.

“Jangan berlindung di balik kartu pers atau nama media. Kalau memang bekerja sebagai wartawan, buktikan dengan karya jurnalistik. Kalau melakukan pemerasan, pertanggungjawabkan secara hukum,” pungkasnya.

APPI menegaskan: kebebasan pers harus dijaga, tetapi kejahatan tidak boleh berlindung di balik nama pers.