Bahaya Mengintai! Jalan Akses Sekolah dan Kebun di Gunung Labuhan Terputus

Bahaya Mengintai! Jalan Akses Sekolah dan Kebun di Gunung Labuhan Terputus

Metronusantaranews.com - WAY KANAN, LAMPUNG — Keluhan mendalam kembali disampaikan oleh warga Kampung Banjar Sakti yang menggunakan jalan kabupaten penghubung menuju Banjar Ratu, Kecamatan Gunung Labuhan. Jalan utama tersebut kini rusak berat, berlubang‑lubang besar, dan sebagian terputus akibat tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selama empat tahun terakhir, warga setempat tidak tinggal diam. Masyarakat sudah bergotong‑royong sebanyak empat kali untuk menambal bagian‑bagian jalan yang paling berbahaya, hanya agar kendaraan dan pejalan kaki masih bisa melintas. Kegiatan perbaikan mandiri ini dilakukan sambil menunggu tindakan perbaikan menyeluruh dari instansi‑instansi terkait, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Way Kanan, Dinas Perhubungan, Camat Kecamatan Gunung Labuhan, serta Bagian Pembangunan Setda Pemkab Way Kanan .

 

Namun hingga saat ini, perbaikan besar belum juga terealisasi. Alasan yang selalu disampaikan pihak berwenang adalah keterbatasan anggaran daerah. Hal ini membuat warga bertanya‑tanya, mengapa selama kurun waktu empat tahun belum dapat dipersiapkan dan dialokasikan dana untuk perbaikan akses jalan yang sangat vital ini.

 

Jalan ini merupakan satu‑satunya jalur utama bagi anak‑anak sekolah yang berangkat dan pulang sekolah setiap hari, serta warga yang hendak pergi ke kebun untuk mencari nafkah keluarga. Kondisi jalan yang licin, berlubang, dan terputus sudah menimbulkan kecelakaan; ada warga yang terjatuh beserta kendaraannya saat melintasi bagian yang rusak.

 

Kini dengan memasuki musim hujan, warga semakin cemas. Air hujan diperkirakan akan memperparah kerusakan jalan dan meningkatkan risiko longsor di sepanjang jalur tersebut. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akses warga akan benar‑benar terputus sama sekali.

 

Warga berharap Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, jajaran Kecamatan Gunung Labuhan, serta Pemkab Way Kanan dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan, menyusun rencana perbaikan, dan memprioritaskan penganggaran jalan ini sebelum ada korban jiwa yang lebih besar.

 

“Kami sudah berusaha sekuat tenaga memperbaiki jalan ini secara bergotong‑royong, tapi kemampuan kami hanya sebatas itu. Kami mohon dengan sangat kepada seluruh instansi terkait dan Ibu Bupati untuk segera melihat kesulitan kami di sini,” ujar perwakilan warga setempat.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti keluhan ini agar aktivitas sehari‑hari warga dan perjalanan anak sekolah menjadi aman dan lancar kembali.

 

(Bung puting)