Dandim 0104/Atim Hadiri Apel Operasi Patuh Seulawah 2026, Sinergi Lintas Instansi Diperkuat
MetroNusantaraNews.com| Aceh Timur – Komitmen memperkuat sinergi lintas instansi dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas terus digelorakan di Kabupaten Aceh Timur. Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, S.I.P., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Polres Aceh Timur, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Aceh Timur, Jalan Medan–Banda Aceh, Desa Paya Billi Sa, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Apel gelar pasukan mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan di Provinsi Aceh.” Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan personel dan sarana pendukung dalam pelaksanaan operasi, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi., M.Si., Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Wakapolres Aceh Timur Kompol H. Abdul Muin, S.H., M.M., Wakil Ketua II DPRK Aceh Timur Azhar, S.E., perwakilan Kejaksaan Negeri Aceh Timur, unsur pemerintah daerah, pejabat utama Polres Aceh Timur, serta jajaran instansi terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Kapolres Aceh Timur selaku Inspektur Apel, ditegaskan bahwa Operasi Patuh Seulawah Tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Operasi kewilayahan tersebut dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan profesional, responsif, dan humanis dengan memprioritaskan upaya preemtif dan preventif melalui edukasi serta imbauan kepada masyarakat, yang diimbangi penegakan hukum secara tegas dan proporsional sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun sasaran prioritas operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, melawan arus, menggunakan telepon seluler saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pelanggaran kelengkapan dokumen kendaraan berupa SIM dan STNK, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dilaksanakan melalui pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tilang konvensional, serta teguran simpatik sesuai aturan yang berlaku. Seluruh personel yang terlibat juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, menjunjung tinggi profesionalisme, menghindari praktik pungutan liar, serta memberikan keteladanan yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, pemetaan titik rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan menjadi perhatian penting, khususnya di sepanjang jalur lintas Timur Aceh. Edukasi keselamatan berlalu lintas juga perlu terus digencarkan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dengan memperkuat koordinasi lintas instansi demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif.
Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto menyampaikan bahwa kehadirannya dalam apel tersebut merupakan wujud nyata sinergi TNI bersama Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Menurutnya, kolaborasi dan koordinasi yang solid antarinstansi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara, sehingga keselamatan di jalan raya dapat terwujud sebagai kebutuhan dan tanggung jawab bersama.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah Tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas semakin meningkat, budaya berkendara yang aman dan tertib semakin mengakar, serta angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan.
Dengan sinergi yang kuat dan kepatuhan yang tumbuh dari kesadaran, keselamatan berlalu lintas bukan sekadar tujuan, melainkan komitmen bersama demi melindungi setiap pengguna jalan.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
