Perempuan Tanpa Identitas Diduga Tertemper Kereta di Kadungora Garut, Polisi Bergerak Cepat
Metronusantaranews.com, Garut — Polsek Kadungora di bawah jajaran Polres Garut bergerak cepat menangani peristiwa menyedihkan yang menimpa seorang perempuan yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Korban diduga tertemper Kereta Api (KA) 12 relasi Surabaya–Bandung yang melintas di wilayah Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 05.10 WIB.
Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di petak jalan KM 203+4, tepat setelah sinyal masuk Stasiun Leles, di kawasan Kampung Halteu, RT 03 RW 03, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.
Berdasarkan keterangan masinis dan saksi-saksi yang diperoleh di lokasi, sebelum insiden terjadi, masinis melihat seorang perempuan berjalan di sisi jalur rel kereta api. Menyadari bahaya yang mengancam, masinis segera membunyikan peringatan berupa semboyan panjang atau klakson berulang kali agar korban menyingkir dari jalur. Namun sayangnya, korban tidak memberikan respons apa pun dan tetap berada di jalur hingga akhirnya terjadi peristiwa tertemper kereta.
“Setelah kereta tiba di Stasiun Leles, masinis segera menyampaikan informasi kepada petugas stasiun mengenai adanya seorang perempuan yang diduga tertemper kereta di lokasi setelah sinyal masuk menuju Stasiun Leles. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan penanganan,” ungkap Kompol Alit saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kadungora segera berangkat menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, mengamankan lokasi guna keperluan penyelidikan, serta meminta keterangan langsung dari para saksi yang mengetahui peristiwa. Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan keamanan di lokasi sekaligus memperoleh data yang akurat terkait kronologi kejadian.
Dari TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSUD dr. Slamet Garut guna mendapatkan penanganan lebih lanjut sekaligus menjalani proses identifikasi. Hingga saat ini, identitas korban belum dapat dipastikan karena tidak ditemukannya dokumen atau barang yang dapat mengarah pada nama dan alamatnya. Korban diduga belum dikenali oleh warga sekitar maupun keluarganya.
Polsek Kadungora terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pengelola jalur kereta api dan instansi berwenang, guna mengungkap identitas korban secara pasti serta menelusuri latar belakang dan penyebab yang mendasari peristiwa tersebut. Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya warga yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera melapor untuk membantu proses identifikasi.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kita akan bahaya berjalan di jalur rel kereta api. Masyarakat diimbau agar senantiasa berhati-hati dan tidak melintas atau berjalan di sepanjang jalur kereta api demi keselamatan bersama, mengingat kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan jarak pemberhentian yang cukup panjang sehingga sulit dihindari dalam keadaan darurat. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran dan keluarga korban segera dapat diketahui serta diberikan kekuatan.

Jabotabek
