Jangan Anggap Sepele! Tgk Abi Maulana Bahas Sunnah-Sunnah Wudhu yang Bernilai Pahala

Jangan Anggap Sepele! Tgk Abi Maulana Bahas Sunnah-Sunnah Wudhu yang Bernilai Pahala

MetroNusantaraNews.com | Langsa – Pengajian rutin yang berlangsung di Geudubang Aceh, Kota Langsa, Jumat malam Sabtu (28/8/2026), mengangkat pembahasan tentang sunnah-sunnah wudhu yang dalam kehidupan sehari-hari sering dianggap sepele oleh sebagian umat Islam.

Pengajian tersebut dipimpin oleh Tgk Abi Maulana, yang mengajak jamaah untuk lebih memperhatikan tata cara berwudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Menurutnya, selain perkara yang wajib dalam wudhu, terdapat sejumlah amalan sunnah yang memiliki nilai pahala besar meskipun terlihat sederhana.

Dalam tausiyahnya, Tgk Abi Maulana menyampaikan bahwa banyak orang ketika berwudhu hanya berfokus pada sah atau tidaknya wudhu, sementara sunnah-sunnah wudhu terkadang ditinggalkan.

«“Banyak perkara dalam wudhu yang kita anggap kecil dan sepele. Padahal, apabila dilakukan dengan niat mengikuti sunnah Rasulullah SAW, perkara yang sederhana itu menjadi amal dan insyaallah mendapat pahala,” ujar Tgk Abi Maulana.»

Ia menjelaskan, sunnah wudhu di antaranya seperti membaca basmalah, mencuci kedua telapak tangan sebelum berwudhu, berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung, mendahulukan anggota tubuh yang kanan, mengusap telinga, serta melakukan wudhu dengan tertib dan tidak berlebihan menggunakan air.

Tgk Abi Maulana juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengejar kesempurnaan dalam perkara-perkara besar, tetapi juga membiasakan diri menghidupkan sunnah dalam aktivitas sehari-hari.

«“Jangan kita anggap remeh amalan sunnah. Kadang-kadang amalan yang kecil di mata manusia, tetapi besar nilainya di sisi Allah SWT karena dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.»

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan wudhu bukan sekadar persiapan sebelum melaksanakan salat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Pengajian tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan diikuti jamaah dengan antusias. Materi yang disampaikan menjadi pengingat agar umat Islam lebih teliti dalam menjalankan ibadah, termasuk hal-hal yang selama ini dianggap sederhana.

Melalui pengajian ini, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari tidak harus selalu dengan amalan yang besar. Sunnah-sunnah kecil yang dilakukan secara istiqamah pun memiliki nilai yang sangat berharga di sisi Allah  SWT (FAHRID) Kaperwil Aceh