Diduga Tak Proporsional, Dokter Jantung di RS PTP Langsa Kerap Anjurkan Pasang Ring
MetroNusantaraNews.com | Langsa – Dugaan ketidakproporsionalan dalam penanganan pasien jantung mencuat di Rumah Sakit Cut Meutia (RSCM) Langsa atau lebih dikenal Rumah Sakit PTP yang berlokasi di Jalan Garuda Nomor 01, Gampong Kebun Baru, Kota Langsa, Aceh. Keluarga pasien mengeluhkan bahwa setiap pasien dengan keluhan jantung kerap langsung dianjurkan menjalani pemasangan ring (stent), tanpa penjelasan alternatif medis yang memadai.
Salah satu keluarga pasien mengungkapkan, saat pasien dirawat di ruang AICU, tenaga medis bersama dokter spesialis jantung, dr. Ika Bunda, disebut langsung menyarankan tindakan pemasangan ring serta merujuk pasien ke rumah sakit lain di Medan, Sumatra Utara, yakni RS Murni Teguh.
“Kami merasa seolah-olah tidak diberi pilihan lain. Baru diperiksa, langsung disarankan pasang ring,” ujar pihak keluarga Bunda akrap disapa kepada awak media, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, ketika keluarga mencoba mempertimbangkan opsi lain dan tidak langsung menyetujui tindakan tersebut, mereka diminta menandatangani surat penolakan. Bahkan, keluarga mengaku sempat mendapat ancaman bahwa layanan BPJS akan dimatikan selama tiga minggu apabila tidak mengikuti rujukan pemasangan ring.
Namun, setelah pasien dibawa ke fasilitas kesehatan lain, yakni Klinik Bambu Dua di Medan, keluarga mendapatkan pendapat berbeda. Dokter jantung di sana menyebutkan bahwa pasien memang mengalami gangguan jantung, tetapi belum wajib menjalani pemasangan ring.
“Di tempat lain kami justru disarankan diet, berhenti merokok, serta pengobatan rutin terlebih dahulu. Tidak harus langsung pasang ring,” tambahnya.
Kasus ini memicu perhatian publik terkait standar operasional prosedur (SOP) serta transparansi dalam penanganan pasien jantung di RS Cut Meutia Langsa, yang juga dikenal sebagai Rumah Sakit PTP.
Atas dugaan tersebut, keluarga pasien meminta perhatian serius dari pemerintah pusat. Mereka mendesak Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, untuk turun langsung ke RS Cut Meutia Langsa guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, khususnya penanganan pasien jantung.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Kami minta Menteri Kesehatan turun langsung agar jelas apakah prosedur yang dilakukan sudah sesuai atau tidak,” tegas Bunda.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Cut Meutia Langsa maupun dr. Ika Bunda belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
