Kapolres Bogor : Tidak Ada Sweeping Selama Ramadan 1447 Hijriah, Fokus pada Patroli Preventif untuk Jaga Kamtibmas
Metronusantaranews.com, Cibinong, Kamis (20/2/2026) – Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan secara tegas bahwa tidak akan dilakukan kegiatan sweeping selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah di wilayah hukum Kabupaten Bogor. Kebijakan ini diambil guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana ibadah yang kondusif selama bulan yang penuh berkah ini.
Sebagai gantinya, seluruh jajaran Polres Bogor akan mengedepankan sistem patroli preventif untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas), termasuk mencegah terjadinya razia sepihak yang mungkin dilakukan oleh kelompok tertentu.
“Iya, sweeping tidak diperbolehkan. Kami dari Polres Bogor akan melaksanakan patroli gabungan setiap malam selama bulan Ramadan,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto dalam keterangannya di Cibinong pada Rabu (19/2/2026).
Kapolres menjelaskan bahwa patroli gabungan yang akan digelar tidak hanya melibatkan personel inti dari Polres Bogor, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai satuan khusus seperti Satuan Samapta (Satsamapta), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), serta mendapatkan dukungan penuh dari Korps Brimob Polda Jawa Barat Kompi Kedung Halang.
Pengamanan secara terpadu ini akan dilakukan secara rutin di seluruh titik rawan yang telah diidentifikasi di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Untuk memastikan cakupan pengawasan yang maksimal, jadwal patroli akan dibagi menjadi tiga tahap waktu yang strategis. Pertama, menjelang waktu berbuka puasa, di mana arus masyarakat yang beraktivitas di luar rumah cenderung meningkat dan berpotensi menciptakan kerumunan yang rawan terjadinya masalah. Kedua, menjelang pelaksanaan salat tarawih, untuk memastikan kelancaran ibadah serta keamanan masyarakat yang berpergian menuju dan pulang dari masjid atau mushola. Ketiga, menjelang waktu sahur, sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk aktivitas negatif yang sering muncul pada saat tersebut.
“Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti Sahur On The Road (SOTR) yang tidak jarang mengarah pada tawuran antar kelompok muda, balap liar yang membahayakan keselamatan diri dan orang lain, perang sarung, maupun bentuk premanisme lainnya yang dapat merusak ketentraman masyarakat,” jelas AKBP Wikha.
Selain melakukan langkah-langkah preventif melalui patroli, Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar dapat memanfaatkan momentum Bulan Ramadan untuk melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bulan Ramadan untuk kegiatan yang positif, seperti tadarus Al-Quran dan kajian keagamaan di masjid atau mushola, bukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Bulan Ramadan seharusnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama,” ujarnya dengan tegas.
Tak hanya itu, Polres Bogor juga akan meningkatkan intensitas pengawasan di berbagai kawasan keramaian yang umumnya menjadi lokasi aktivitas ngabuburit masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Kawasan-kawasan tersebut diprioritaskan karena sering menjadi tempat berkumpulnya anak muda dan berpotensi menjadi lokasi terjadinya balap liar maupun berbagai bentuk aksi kriminalitas lainnya.
Personel yang ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut tidak hanya akan melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan.

Jabotabek
