‎Oknum Dokter AS dari Galigo Institute Diduga Lakukan Percobaan Pelecehan Seksual dengan Modus Janji Pembebasan Rehabilitasi

‎Oknum Dokter AS dari Galigo Institute Diduga Lakukan Percobaan Pelecehan Seksual dengan Modus Janji Pembebasan Rehabilitasi

Metronusantaranews.com, Tangerang Selatan — Seorang oknum dokter berinisial AS yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NAPZA Galigo Institute diduga melakukan percobaan pelecehan seksual terhadap salah satu pasiennya, yang diberi nama samaran Amoy. Modus yang digunakan adalah menjanjikan pembebasan dari tempat rehabilitasi sebelum waktu yang ditentukan.‎ 

‎Peristiwa ini bermula pada tanggal 7 September 2025, ketika Amoy—perempuan berparas cantik—diamankan oleh Polsek Ciledug karena diduga mengkonsumsi narkoba. Hasil tes urine yang dilakukan pihak kepolisian menunjukkan hasil positif, sehingga ia dirujuk untuk menjalani rehabilitasi di Galigo Institute yang berlokasi di kawasan Graha Bintaro, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.‎ 

‎Tanpa Detoksin dan Perawatan yang Sesuai, Alih-alih Diberikan Janji Pembebasan dengan Tujuan Tidak Jelas

‎ ‎Selama 12 hari berada di Galigo Institute, Amoy mengaku tidak mendapatkan perawatan atau proses detoksin sebagaimana mestinya dilakukan di tempat rehabilitasi pecandu narkotika. Justru, ia mendapat penawaran yang tidak terduga dari salah satu staf institusi tersebut.

‎ ‎“Moy lu mau dipulangin sekarang tapi lu temenin dokter dulu yah, lu pahamkan,” ucap salah satu staf yang membujuk Amoy, sebagaimana yang diceritakannya kepada awak media.

‎ ‎Selanjutnya, oknum dokter AS mengajak Amoy keluar dari tempat rehabilitasi dengan dalih akan segera dibebaskan tanpa syarat. Menurut keterangan Amoy, ia kemudian dibawa ke Apartemen Breeze Bintaro lantai 3 sekitar jam 3 sore hingga jam 7 petang, di mana hanya mereka berdua yang ada di dalam kamar.‎ 

‎Setelah Aktivitas Memancing di Bekasi, Korban Berhasil Melarikan Diri dengan Bantuan Konselor‎ 

‎Setelah berada di apartemen, oknum dokter AS mengajak Amoy pergi ke tempat pemancingan di daerah Empang, Bekasi, sekitar jam 7 petang. Setelah selesai kegiatan memancing, pelaku diduga berniat membawa kembali Amoy ke apartemennya dengan maksud melancarkan aksi pelecehan seksual.‎ 

‎“Setelah kegiatan tersebut, dokter berinisial AS kembali mengajak dirinya ke apartemennya lagi dengan maksud diduga akan melancarkan aksi pelecehan terhadap dirinya,” ungkap Amoy.

‎ ‎Beruntungnya, Amoy berhasil melarikan diri dengan bantuan salah satu konselor di Galigo Institute, sehingga terhindar dari dugaan pelecehan yang akan terjadi.‎ 

‎Kasus Memicu Keresahan, Korban Rencanakan Mengadukan ke IKAI dan BNNK‎ 

‎Kasus ini memicu keresahan di kalangan masyarakat, mengingat oknum dokter AS merupakan figur penting yang seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan dan proses pemulihan pasien di tempat rehabilitasi yang dipimpinnya. Perilaku yang diduga dilakukan olehnya sangat bertentangan dengan etika profesi dan tanggung jawab institusi terhadap korban penyalahgunaan NAPZA.‎ 

‎Dalam keterangannya, Amoy bersama awak media menyatakan akan mengajukan laporan resmi terkait kasus ini beserta keluhan tentang pelayanan yang tidak sesuai di Galigo Institute ke Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangerang Selatan. ‎

‎Tujuan dari pengaduan ini adalah untuk memastikan tidak ada lagi korban yang mengalami hal serupa dan agar pihak terkait mengambil tindakan tegas terhadap pelaku serta meninjau kembali standar operasional rehabilitasi di institusi tersebut.‎ 

‎Hingga saat ini, pihak Galigo Institute maupun oknum dokter AS belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran yang dilaporkan Amoy. Awak media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini hingga mendapatkan klarifikasi dari semua pihak yang terlibat.

‎