‎Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota Gelar Apel Pengecekan, Persiapan Hadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026 Untuk Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran

‎Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota Gelar Apel Pengecekan, Persiapan Hadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026 Untuk Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran

Metronusantaranews.com, Cirebon Kota - Sabtu (7/3/2026) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota melaksanakan apel pengecekan kelengkapan personel dan kendaraan dinas sebagai bagian dari serangkaian persiapan menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran ini digelar secara terencana untuk memastikan segala sesuatunya dalam kondisi optimal menjelang puncak musim perjalanan tahunan.‎ 

‎Kegiatan apel pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Cirebon Kota, AKP Ridwan Shandi Maulana. Dalam arahannya saat apel berlangsung, beliau menegaskan pentingnya kesiapan maksimal dari seluruh elemen yang akan terlibat dalam operasi, mengingat tanggung jawab yang besar dalam menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan jutaan pemudik yang akan melintasi wilayah hukum Cirebon Kota.‎ 

‎Pada tahap pertama pemeriksaan, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan perorangan anggota Satlantas. Pengecekan mencakup keutuhan seragam dinas yang harus sesuai dengan standar protokol kepolisian, mulai dari baju seragam, topi, hingga alas kaki. Selain itu, perlengkapan pendukung seperti helm, rompi reflektor, alat komunikasi portabel, serta perlengkapan keamanan lainnya juga menjadi fokus pemeriksaan agar setiap personel memiliki sarana yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan baik. ‎

‎Tak kalah penting, evaluasi kesiapan fisik personel juga dilakukan melalui observasi langsung dan konfirmasi kondisi kesehatan, karena tugas dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung dalam durasi yang panjang dan membutuhkan daya tahan fisik yang optimal.‎ 

‎Selanjutnya, petugas juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi seluruh kendaraan dinas yang akan digunakan dalam pengamanan arus mudik dan balik. Pemeriksaan mencakup sistem mekanis kendaraan seperti mesin, rem, ban, dan sistem kelistrikan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang beroperasi dalam kondisi tidak layak. ‎

‎Selain itu, kelengkapan perlengkapan pada kendaraan seperti lampu strobo, alat pemberitahuan suara, rambu-rambu jalan sementara, serta perlengkapan penunjang operasional lainnya juga diperiksa satu per satu. ‎ 

‎Tak hanya personel dan kendaraan, sarana dan prasarana pendukung yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 juga turut menjadi bagian dari pemeriksaan. Hal ini meliputi pusat pengendalian operasi, alat pemantauan lalu lintas, sarana komunikasi pusat, hingga fasilitas pendukung seperti pos pengamanan yang akan dibangun di titik-titik strategis. ‎

‎Semua sarana tersebut diperiksa untuk memastikan berfungsi dengan optimal, terutama dalam menghadapi kemungkinan lonjakan volume arus kendaraan pemudik yang diperkirakan akan meningkat signifikan menjelang dan sesudah hari raya Lebaran.‎ 

‎Dalam sambutannya setelah pelaksanaan apel pengecekan, AKP Ridwan Shandi Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat jelas. "Kami melakukan pengecekan menyeluruh ini untuk memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap total sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dimulai," ujarnya. ‎

‎Beliau juga menambahkan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pengamanan arus mudik dan balik, yang setiap tahunnya menghadapi dinamika lalu lintas yang kompleks. "Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan menjamin keamanan serta kelancaran perjalanan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik tahun ini," pungkasnya.

‎