Demi Dana BOS, Kepsek Dan Operator MIS Panaikang Diduga Gelembungkan Jumlah Siswa

Demi Dana BOS, Kepsek Dan Operator MIS Panaikang Diduga Gelembungkan Jumlah Siswa

JENEPONTO // Metro Nusantara news.com.-- Diduga untuk memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ada beberapa kepala sekolah di Jeneponto diduga , yang menggunakan cara ilegal dengan menggelembungkan jumlah para Siswa. Seperti halnya yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Panaikang Desa Je'netallasa Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. 

Kepala MIS Panaikang, Yanni, S.Pd, Diduga melakukan manipulasi jumlah siswa dalam jumlah besar hampir sepertiga dari jumlah siswa yang tercatat di data EMIS, sehingga berdampak seiring meningkatnya dana BOS.

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Panaikang kini terkesan buruk, karena pihaknya terindikasi kuat melakukan pembohongan publik, lantaran diduga keras telah melakukan penggelembungan Mark-Up jumlah Siswa.

Berdasarkan hasil investigasi dan monitoring dari Tim Lembaga Elang Hitam Nusantara Republik Indonesia (ELHAN RI) DPD Jeneponto, bersama dengan rekan awak media di MIS Panaikang, Rabu (31/5/2024).

Sesuai hasil Monitoring dan kroscek langsung kehadiran siswa, Tim investigasi menduga adanya penggelembungan jumlah siswa tersebut, lantaran hampir Seperdua jumlah siswa yang tidak hadir, di setiap kelas.

Penyebab terjadinya mark-up jumlah siswa tersebut, disinyalir dilakukan oleh Kamad bersama Jamaluddin yang mengaku operator di sekolah.

Mungkinkah Jamaluddin hanya operator siluman? Ataukah Suparjo sebatas nama saja sebagai operator yang sebenarnya di MIS Panaikang.

"Hal itu dapat terlihat lantaran adanya pengakuan Jamaluddin, dirinya sebagai operator dengan sifat arogansinya di hadapan Tim investigasi dan rekan Media ini mengatakan, bahwa terkait tentang jumlah siswa dia lebih mengetahui ketimbang Yanni S.Pd selaku Kamad."Ujarnya

"Terkait jumlah siswa di MIS Panaikang saya selaku operator lebih mengetahui makanya saya berani pasang dada ketika ada wartawan atau LSM yang datang di Sekolah kami untuk mempertanyakan jumlah siswa". Ucapnya di ruang Sekretariat ELHAN RI DPD Jeneponto. Jum'at, 31 Mei 2024. 

"Sementara Ketua DPD ELHAN RI Kabupaten Jeneponto, Ramil Sain menjelaskan, bahwa kuat indikasi adanya kesengajaan pihak Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Panaikang melakukan kecurangan mark-up jumlah siswa. Karena faktanya tidak singkron antara jumlah siswa yang ada di Absensi dan kursi bangku disetiap kelas, serta ditemukan sebanyak 33 siswa yang tidak hadir tanpa ada surat keterangan penyampaian kepada wali guru kelas masing-masing.

Namun hal ini bisa terjadi, karena tidak terlepas dari lumpuhnya kinerja pihak Pengawas Madrasah di lingkup Kemenag Kabupaten Jeneponto, Kasi Penmad yang sengaja buta, tuli dan membisu dalam pengawasannya.

Hingga berita ini diterbitkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, H Saharuddin dan Kasi Penmad Hj, Rahmawati Belum berhasil untuk dimintai tanggapannya. (Tim)

Bersambung....