Di Balik Seleksi JPT Pratama Aceh, Bau Busuk Korupsi CT Scan RSUZA Kembali Menyengat

Di Balik Seleksi JPT Pratama Aceh, Bau Busuk Korupsi CT Scan RSUZA Kembali Menyengat

MetroNusantaraNews.com, Banda Aceh — Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Aceh pada tanggal 25 Januari 2026 telah menyampaikan dan mengumumkan hasil Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh untuk 9 (sembilan) jabatan.

‎Dalam proses seleksi tersebut, Pansel telah melaksanakan tahapan seleksi secara terbuka dan objektif, dengan menetapkan tiga calon terbaik (3 besar) pada masing-masing jabatan yang diseleksi.

‎Dari hasil seleksi tersebut ada hal menarik dan ibaratkan membuka luka lama yang masih terkait kasus melibatkan mantan direktur RSUZA dr. Taufik Mahdi bersama empat tersangka lain, yaitu Toni BE, selaku mantan kepala bagian perencanaan RSUZA, Muhazar dan Bukhari pihak rekanan, begitu terang benderang

‎Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Computerized Tomography Scanner (CT Scan) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh tahun anggaran 2008 sebesar Rp 39 miliar ditanggapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(FAHRID) Kaperwil Aceh