Tim Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota Juara Lomba Olah TKP Tingkat Polda Jabar
Metronusantaranews.com, Tasikmalaya Kota – Dunia investigasi kriminal selalu menyimpan daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ketegangan menyusun teka‑teki, menelusuri jejak samar, hingga mengungkap petunjuk tersembunyi di lokasi kejadian sering menjadi alur utama dalam novel maupun film bertema kriminal, seperti kisah legendaris Sherlock Holmes. Namun, apa yang tampak sebagai cerita fiksi di layar kaca, nyatanya adalah tugas nyata yang penuh ketelitian, ketepatan, dan tanggung jawab besar yang diemban aparat penegak hukum.
Di Indonesia, garda terdepan yang bekerja keras mengurai misteri di Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tim Identifikasi – atau yang dikenal luas sebagai Inafis – yang berada di bawah fungsi Reserse Kriminal Polri. Keahlian dan ketajaman mereka dalam menganalisis setiap detail di lokasi kejadian baru saja diuji dan dibuktikan dalam ajang kompetisi tingkat regional.
Hasilnya sangat membanggakan: Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil tampil sebagai yang terbaik dan meraih Juara 1 Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) serta Simulasi Olah TKP tingkat Kepolisian Daerah Jawa Barat. Ajang bergengsi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke‑80.
Kompetisi yang diikuti oleh seluruh jajaran Polres se‑Jawa Barat berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, sedangkan pengumuman resmi pemenang disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini mendapatkan perhatian besar dan disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, beserta seluruh Pejabat Utama lingkungan Polda Jabar.
Dalam perlombaan tersebut, profesionalisme dan ketelitian setiap tim diuji melalui skenario kasus berat dan sangat kompleks, yaitu perampokan yang disertai pembunuhan dan pemerkosaan. Tantangan utama adalah menelusuri, mengumpulkan, dan menganalisis setiap jejak yang tertinggal untuk membangun kembali alur kejadian yang sebenarnya.
Tim dituntut untuk mampu melakukan sterilisasi TKP secara tepat, menemukan dan mengamankan barang bukti, serta menggali detail‑detail kecil yang sering luput dari pandangan orang awam.
Polres Tasikmalaya Kota menurunkan tim yang beranggotakan tujuh personel di bawah pimpinan Aiptu Dede Nurjalil, selaku Kepala Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Menurut penuturan Dede saat dikonfirmasi Kamis (2/7/2026), tingkat kesulitan simulasi ini cukup tinggi. “Cukup menantang karena TKP disimulasikan dengan kasus yang rumit, gabungan antara pembunuhan, perampokan, dan pemerkosaan,” ujarnya.
Analisis yang harus dilakukan pun sangat mendalam. Penyelidik harus mampu membedakan urutan kejadian berdasarkan bukti nyata yang ada. Contohnya: apakah tindakan berawal dari pencurian yang kemudian berujung pembunuhan saat pelaku dipergoki? Atau justru pembunuhan yang dilakukan lebih dulu baru kemudian harta benda diambil? Demikian pula pada kasus pemerkosaan, tim harus bisa memastikan apakah korban diperkosa lalu dibunuh, atau justru dibunuh lebih dulu sebelum terjadi tindak kekerasan seksual. Semua jawaban ini harus didasarkan pada fakta dan bukti yang ditemukan di lokasi.
“Hal‑hal semacam inilah yang harus kita jawab melalui bukti‑bukti nyata di lapangan,” tegas Dede. Ia menekankan kembali bahwa ketelitian dalam olah TKP memegang peran paling vital dalam pengungkapan kasus hukum. “Bahkan sekitar 80 persen keberhasilan penyelesaian kasus kriminal sangat bergantung pada hasil penanganan dan analisis yang tepat di TKP,” tambahnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata kesiapan, keahlian, dan dedikasi jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan serta menegakkan hukum secara profesional dan akuntabel.

Jabotabek
