SEKITAR 200 WARGA IKUTI PENYULUHAN KARHUTLA MABES TNI, DANDIM TEKANKAN PENCEGAHAN DAN SINERGI
Metronusantaranews.com - WAY KANAN — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Way Kanan. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla oleh Tim Mabes TNI yang digelar di Gedung KDKMP Bumiharjo, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan.(04/09/2026)

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan masyarakat se-Kecamatan Buay Bahuga. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, aparatur kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pendidikan, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat.

Komandan Kodim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., dalam kegiatan tersebut diwakili Danramil 427-04/Bahuga Kapten Cba Madong Pardede.
Dalam penyampaiannya, Kapten Cba Madong Pardede menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla sejak dini. Menurutnya, penanganan Karhutla tidak semestinya hanya berorientasi pada pemadaman setelah kebakaran terjadi, tetapi harus mengutamakan langkah-langkah pencegahan.
“Kita harus mengubah paradigma dari ‘Siaga Memadamkan’ menjadi ‘Waspada Mencegah’, dengan garis pertahanan utama adalah kepedulian masyarakat dan kesigapan aparat terpadu.”
Ia menjelaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
Menurutnya, pencegahan Karhutla akan lebih efektif apabila dibangun melalui sinergi dan kepedulian bersama antara masyarakat dengan aparat dan seluruh unsur terkait.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak awal, sementara aparat harus siap bergerak secara terpadu apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI Laksma TNI Tri Kuncoro memberikan penyuluhan mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Penyuluhan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi seluruh pihak dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama menjelang kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kapten Cba Madong Pardede mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap persoalan Karhutla sebagai tanggung jawab aparat semata.
“Kepedulian masyarakat merupakan pertahanan pertama dalam mencegah Karhutla. Dengan kewaspadaan masyarakat dan kesigapan aparat secara terpadu, kita berharap potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegasnya
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut jelas: mengubah paradigma dari “Siaga Memadamkan” menjadi “Waspada Mencegah”, dengan kepedulian masyarakat sebagai garis pertahanan utama dan kesigapan aparat terpadu sebagai kekuatan pendukung.
(Bung puting)

Rosnita pasaribu
