Wamenkes Kaget Layanan RSU Pemasyarakatan Cipinang Juga Melayani Masyarakat Umum, 40 Persen Pasien Warga Sekitar
Metronusantaranews.com, Jakarta Timur — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengaku sangat terkejut mengetahui jangkauan pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Pemasyarakatan Jakarta, yang berlokasi di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya pada Senin, 10 Juni 2026, Wamenkes awalnya mengira rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini hanya diperuntukkan bagi warga binaan serta petugas pemasyarakatan semata.
"Oh, ini melayani umum juga?" tanya Benyamin kepada Kepala RSU Pemasyarakatan Jakarta, Ummu Salamah, saat meninjau langsung pelayanan di lokasi.
Wamenkes pun kemudian menanyakan kelengkapan fasilitas kesehatan, termasuk kapasitas kamar rawat inap yang tersedia. Kepala RSU Pemasyarakatan Jakarta, Ummu Salamah, menjelaskan bahwa rumah sakit ini memang melayani dua kelompok sekaligus, yaitu warga binaan maupun masyarakat umum. Kapasitas rawat inap yang disediakan untuk masyarakat umum berjumlah 26 ranjang, sedangkan untuk warga binaan tersedia 60 ranjang.
"Ada fasilitas rawat inap, untuk umum dan warga binaan. Untuk umum 26 ranjang, untuk warga binaan 60 ranjang," terang Ummu Salamah.
Dalam sesi pernyataan pers di lokasi kunjungan, Wamenkes Benyamin menyampaikan penilaiannya bahwa pelayanan kesehatan di RSU Pemasyarakatan Jakarta dinilai sudah cukup memadai, terutama dari sisi ketersediaan tenaga kesehatan yang profesional.
"Sangat luar biasa, ada 14 dokter spesialis dan 60 dokter umum. Jadi kalau hanya untuk memenuhi pelayanan di sini, jumlah tersebut sudah sangat cukup," ujar Benyamin memberikan apresiasi.
Lebih lanjut, Wamenkes menyampaikan hal yang paling membuatnya terkesan dan sekaligus terkejut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala RSU, setiap harinya sekitar 40 persen pasien yang berobat di rumah sakit ini adalah warga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Lapas Cipinang. Tingginya angka kepercayaan warga sekitar yang memilih berobat ke rumah sakit ini dinilai Wamenkes sebagai sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
"Yang membuat saya kaget adalah ternyata setiap hari ada masyarakat sekitar yang datang ke sini, berobat, cek kesehatan, dan diobati di sini. Sebanyak 40 persen pasien setiap harinya berasal dari warga sekitar. Bagi saya, hal itu merupakan suatu prestasi yang luar biasa," ungkap Benyamin.
Wamenkes pun menegaskan bahwa tingginya minat warga sekitar untuk berobat ke RSU Pemasyarakatan Jakarta merupakan bukti nyata kualitas pelayanan yang diberikan. "Artinya pelayanan di rumah sakit ini diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar, bukan hanya untuk warga binaan. Artinya pelayanannya pasti bagus. Kalau pelayanannya tidak bagus, sudah pasti warga tidak akan mau datang ke sini," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menggelar kegiatan bakti kesehatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berupa operasi katarak bagi 81 orang yang terdiri dari warga sekitar Lapas, warga binaan, serta petugas Lapas. Selain operasi katarak, juga diselenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 2.097 warga binaan. Kegiatan pengobatan gratis tersebut digelar di lingkungan RSU Pemasyarakatan Jakarta sejak pagi dan ditinjau langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus.

Jabotabek
