Warga Keluhkan SPBU Alur Dua Langsa, Pengisian BBM Dinilai Tak Adil
MetroNusantaraNews.com, Langsa – Pasca banjir besar yang melanda Kota Langsa, kondisi semakin diperparah dengan pemadaman listrik total di hampir seluruh wilayah kota yang telah berlangsung lebih dari dua minggu. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU, salah satunya SPBU Alur Dua, Kecamatan Langsa Baro, Senin (15/12/2025).

Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular panjang di SPBU Alur Dua. Warga yang membutuhkan BBM untuk keperluan darurat, mengoperasikan mesin air, serta kebutuhan transportasi, terpaksa menunggu dalam waktu yang cukup lama.

Keresahan warga muncul lantaran sistem pengisian BBM dinilai tidak jelas dan tidak merata. Sejumlah pengantre mengaku melihat adanya kendaraan yang diizinkan mengisi BBM secara full tank, sementara sebagian lainnya hanya diperbolehkan mengisi BBM dengan nominal Rp30 ribu.
“Kami bingung dengan aturannya, ada yang isi penuh, ada yang hanya Rp30 ribu. Harusnya sama dan adil,” ujar salah seorang pengantre dengan nada kecewa.
SPBU Alur Dua diketahui tetap beroperasi menggunakan mesin genset akibat padamnya aliran listrik yang berkepanjangan. Kondisi pemadaman yang telah berjalan lebih dari dua minggu dinilai semakin menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Kalau aturannya full tank, ya full tank semua. Kalau dibatasi Rp30 ribu, ya semua dibatasi Rp30 ribu. Jangan berbeda-beda,” kata pengantre lainnya yang telah menunggu sejak pagi hari.
Antrean panjang pun tidak terhindarkan karena tingginya kebutuhan BBM pasca banjir, ditambah keterbatasan operasional akibat mati lampu yang belum kunjung normal. Warga berharap proses pengisian dapat dilakukan secara tertib dan transparan.
Masyarakat menilai, prinsip keadilan dalam pelayanan menjadi hal utama, terutama di tengah kondisi pasca bencana di mana warga sangat membutuhkan pasokan BBM untuk pemulihan aktivitas sehari-hari.
Warga juga berharap adanya perhatian dan pengawasan dari pihak terkait, baik pemerintah daerah, APH setempat maupun Pertamina, agar distribusi BBM di masa darurat dapat berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih terlihat di SPBU Alur Dua Langsa. Warga berharap pemulihan listrik yang telah padam lebih dari dua minggu segera terealisasi dan pelayanan BBM kembali normal sehingga beban masyarakat pasca banjir tidak semakin berat.(FAHRID)

Rosnita pasaribu
