Kerja Lambat, Macet Menggila! Warga Alue Dua Pertanyakan Keseriusan Pelaksana Rehabilitasi Jalan
MetroNusantaraNews.com | Langsa – Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan di kawasan Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, menuai sorotan dan kekecewaan masyarakat. Proyek yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana justru dinilai berjalan sangat lamban dan berdampak langsung terhadap pengguna jalan.

Pemerintah saat ini tengah mengebut pemulihan dan rehabilitasi sejumlah infrastruktur jalan serta jembatan di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir besar.

Namun, kondisi di lapangan justru membuat warga mempertanyakan keseriusan dan pola kerja pihak pelaksana.
Seorang warga Gampong Alue Dua yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal melihat ritme pekerjaan yang dinilai tidak konsisten. Menurutnya, pekerjaan dilakukan tidak setiap hari. Hari ini bekerja, besok berhenti, bahkan bisa sampai satu minggu baru kembali bekerja.
“Kalau seperti ini bagaimana cepat selesai? Hari ini mereka kerja, besok berhenti. Bahkan pernah sampai satu minggu baru kerja lagi. Kami masyarakat yang setiap hari melintas di sini yang merasakan langsung dampaknya,” kesal warga tersebut, Minggu (30/8/2026).
Kondisi pekerjaan yang berlangsung lambat itu juga disebut turut memperparah gangguan arus lalu lintas di ruas Jalan Medan–Banda Aceh. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju, sementara aktivitas pekerjaan jalan membuat arus lalu lintas tersendat dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Warga menilai pekerjaan infrastruktur seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat, terutama pengguna jalan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Pelaksanaan pekerjaan oleh pihak terkait, termasuk BPJN 3.5, pun menjadi sorotan. Warga berharap pihak terkait melakukan evaluasi terhadap pola pelaksanaan pekerjaan agar proses rehabilitasi benar-benar berjalan efektif, terukur dan tidak berlarut-larut.
“Kalau memang sedang dikebut, ya dikerjakan secara serius dan konsisten. Jangan hari ini kerja, kemudian berhenti lama. Masyarakat butuh jalan yang segera pulih, bukan pekerjaan yang justru membuat aktivitas terganggu,” tegasnya.
Masyarakat juga meminta adanya pengaturan lalu lintas yang lebih baik selama pekerjaan berlangsung sehingga proyek rehabilitasi tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan di jalur utama Medan–Banda Aceh.
Warga berharap pemerintah dan pihak pelaksana turun langsung melihat kondisi di lapangan serta memastikan pekerjaan pascabencana tersebut berjalan sesuai target dan tidak merugikan masyarakat.
Pemulihan pascabencana memang harus dipercepat. Namun, percepatan bukan sekadar slogan. Masyarakat membutuhkan pekerjaan yang nyata, konsisten, profesional, dan selesai tepat waktu (FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
