Korlantas Polri Gelar Tradisi Pencucian Pataka Sambut HUT ke‑71 Lalu Lintas Bhayangkara

Korlantas Polri Gelar Tradisi Pencucian Pataka Sambut HUT ke‑71 Lalu Lintas Bhayangkara

Metronusantaranews.com, Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke‑71 Lalu Lintas Bhayangkara yang jatuh pada 22 September 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar upacara Pencucian Pemuliaan Pataka Korps Lalu Lintas Polri Dharmakerta Marga Raksyaka. Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Madellu, Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (16/9/2026), dipimpin langsung Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo.

Hadir dalam upacara sejumlah Pejabat Utama Korlantas, antara lain Dirkamsel Brigjen Pol Prianto, Dirregident Brigjen Pol Komarudin, serta pejabat tinggi dan seluruh jajaran pimpinan di lingkungan Korlantas Polri

Tradisi pencucian dan pemuliaan pataka bukan sekadar seremonial, melainkan sarana menyucikan kembali nilai‑nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya sebagai dasar pengabdian. Pataka Korlantas mencakup Tanda Kesatuan dan Tanda Korps, dengan semboyan Dharmakerta Marga Raksyaka yang bermakna: melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas, penuh kesadaran, kepedulian, serta tanggung jawab demi keselamatan dan keteraturan jalan raya.

Gambar tameng yang tergambar pada pataka melambangkan fungsi utama Polantas: melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh masyarakat. Setiap personel diingatkan untuk senantiasa membekali diri dengan kemampuan, keterampilan, serta kepribadian yang kuat demi mewujudkan pelayanan terbaik.

Air dari Tujuh Pulau, Semangat Seluruh Nusantara

Makna istimewa tersimpan dari air yang digunakan dalam prosesi ini: diambil dari tujuh pulau utama di Indonesia — Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Hal ini melambangkan bahwa tugas dan kehadiran Korlantas Polri menjangkau seluruh penjuru negeri, menyatukan semangat pelayanan di setiap wilayah hukum.

Peringatan tahun ini sekaligus menjadi momen merenungi perjalanan panjang Polisi Lalu Lintas sejak resmi berdiri pada 22 September 1955. Semangat yang diteguhkan kembali melalui tradisi ini diharapkan menjadi pengingat: pengabdian tidak pernah berhenti, dan kualitas pelayanan serta integritas harus terus dijaga dan ditingkatkan demi kepercayaan masyarakat.

“Pataka ini adalah pedoman hidup. Setiap gerak‑gerik kita harus mencerminkan semangat Dharmakerta Marga Raksyaka — jujur, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keselamatan bersama,” pesan Irjen Pol. Wibowo kepada seluruh personel.