Polda Metro Jaya Gelar Apel KRYD Pasca Ops Ketupat Jaya 2026, 2.470 Personel Disiagakan
Metronusantaranews.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka pengamanan pasca Operasi Ketupat Jaya 2026 di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Kamis (26/3/2026) pukul 08.00 WIB. Apel tersebut dipimpin oleh Karoops Polda Metro Jaya Kombes Pol. I Ketut Gede Wijatmika.
Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif pasca arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 H, dengan mengerahkan sebanyak 2.470 personel yang tergabung dalam berbagai satgas operasi.
Dalam arahannya, Kombes Pol. I Ketut Gede Wijatmika menegaskan bahwa pelaksanaan KRYD harus mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara profesional, tegas, dan humanis. “Seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sinergitas, serta hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel di lapangan, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di jalur arus balik, objek vital, serta lokasi wisata yang masih dipadati masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya memastikan pengamanan pasca Operasi Ketupat Jaya 2026 tetap berjalan optimal guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
[26/3, 17.06] Penmas Polda Metro: *Bagian Psikologi Polda Metro Jaya Melaksanakan Pendampingan Psikosisosial Personel POSPAM OPS Ketupat Tahun 2026*
Dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Kepolisian Ketupat Tahun 2026, Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pendampingan psikologi terhadap personel yang bertugas di Pos Pengamanan (POSPAM), Pos Pelayanan (POSYAN), maupun Posko Arus Mudik Lebaran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kegiatan pendampingan psikososial ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan institusi Polri terhadap kesiapan dan ketahanan psikologis personel yang menjalankan tugas pengamanan selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H, kegiatan ini di pimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog. Dengan tujuan menjaga kesiapan mental, stabilitas emosi, serta kesehatan psikologis personel selama menjalankan tugas pengamanan selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H. Personel POSPAM memiliki beban tugas yang cukup tinggi, baik dari segi jam kerja, tuntutan pelayanan masyarakat, maupun dinamika situasi di lapangan, sehingga memerlukan perhatian khusus dari aspek psikologis.
Tim dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya melaksanakan pendampingan secara langsung di 20 lokasi dengan rincian 13 POSPAM, 5 POSYAN, 2 Posko Arus Mudik yaitu sebagai berikut: Pospam Masjid Istiqlal Polsek Sawah Besar, Pospam Polsek Duren Sawit, Pospam SGC Polsek Cikarang Utara, Pospam Bundaran HI Polsek Menteng, Pospam Pulo Gebang, Posyan Polsek Jatinegara, Posko Mudik Lebaran Kemen PU 2026/1447, Posyan Polsek Ciracas, Posyan Stasiun KA Senen Polsek Senen, Posyan Polsek Cipayung, Pospam Gading Serpong Kelapa Dua, Pospam Polsek Metro Setiabudi, Pospam Medan 9, Posyan Terminal Penumpang Nusantara Pura (Pelni), Pospam Danau Sunter, Pospam KA Stasiun Gambir, Pospam Gedung Joeang Tambun, Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Balik Wilkum Polres Metro Bekasi, Pospam Pintu Taman Mini Polres Metro Jakarta Timur, Pospam Batas Kedungwaringin Karawang. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada petugas POSYAN, memberikan motivasi serta memberikan teknik pernafasan agar lebih merasa tenang saat berdinas.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan psikososial ini merupakan langkah preventif dan proaktif untuk memastikan personel tetap berada dalam kondisi psikologis yang stabil dan siap melaksanakan tugas. “Pendampingan ini bertujuan untuk membantu personel mengelola tekanan kerja, mencegah kelelahan mental, serta meningkatkan ketahanan psikologis agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Operasi Kepolisian Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang menitikberatkan pada pelayanan dan pengamanan masyarakat. Oleh karena itu, selain kesiapan fisik, sarana prasarana, dan kemampuan teknis, kesiapan psikologis personel menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan operasi serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan pendampingan psikologi ini, diharapkan personel Ops Ketupat Tahun 2026 Polda Metro Jaya dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas, serta mampu menjaga stabilitas emosi dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meminimalisir potensi stres kerja, kelelahan mental, maupun gangguan psikologis lainnya selama masa operasi.
Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan psikososial secara berkelanjutan kepada personel Polri sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dibalik mudik yang lancar, kamtibmas yang terkendali ada aspek kesehatan mental yang perlu dijaga, agar petugas Polri memberi pelayanan prima Polri kepada masyarakat terus berlanjut. Polri tidak hanya hadir memberi jaminan keamanan namun juga hadir untuk memastikan kesehatan mental terus terjaga.

Jabotabek
