‎Satlantas Polres Cianjur Gelar Apel Pagi dan Pemeriksaan Kendaraan, Siap Hadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026

‎Satlantas Polres Cianjur Gelar Apel Pagi dan Pemeriksaan Kendaraan, Siap Hadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026

Metronusantaranews.com, Cianjur – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur menggelar apel pagi bersama dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dinas pada hari Sabtu (28/2/2026) pukul 06.30 WIB, yang diadakan di Lapangan Apel Polres Cianjur. 

‎‎Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian persiapan strategis untuk menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang bertujuan mengatur serta mengamankan arus pergerakan masyarakat selama musim mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.‎ 

‎Apel pagi yang diikuti oleh seluruh personel Satlantas Polres Cianjur dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, S.A.P. Dalam arahannya, beliau menekankan tiga poin utama yang menjadi landasan kesiapan petugas dalam menjalankan tugasnya. ‎

‎Pertama, pentingnya profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di mana setiap petugas diharapkan mampu menangani berbagai situasi dengan cermat, tepat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kedua, kedisiplinan yang tinggi sebagai dasar untuk menjaga koordinasi antarpetugas serta memastikan setiap tugas dan pos pengamanan dapat dijalankan sesuai dengan jadwal dan target yang telah ditetapkan.‎ 

‎Selain itu, AKP Aang Andi Suhandi juga menekankan perlunya melakukan pemetaan titik rawan kemacetan secara mendetail di seluruh wilayah Cianjur. "Kita telah melakukan identifikasi terhadap beberapa ruas jalan yang berpotensi menjadi titik kemacetan selama musim mudik, seperti ruas jalan lintas provinsi yang menghubungkan Cianjur dengan wilayah sekitarnya, serta jalan-jalan yang mengarah ke kawasan pemukiman padat dan tempat ibadah. Pemetaan ini akan menjadi acuan utama dalam penempatan petugas dan pengaturan aliran lalu lintas agar tetap lancar," ujar beliau dalam pidatonya.‎ 

‎Usai sesi apel dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan dinas yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. Pengecekan dilakukan oleh tim teknisi khusus serta petugas yang bertanggung jawab atas kelengkapan sarana prasarana, mencakup beberapa aspek penting. Di antaranya adalah kondisi mekanis kendaraan seperti mesin, sistem pengereman, ban, dan kelistrikan, serta kelengkapan peralatan keselamatan seperti helm standar, rompi reflektor, alat komunikasi, serta perlengkapan penunjang operasional seperti rambu lalu lintas sementara dan alat bantu pengaturan arus lalu lintas.‎ 

‎Tidak hanya kendaraan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan perorangan petugas, termasuk seragam yang sesuai dengan standar, identitas petugas, serta perlengkapan pribadi yang mendukung kinerja selama tugas di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel memiliki sarana yang cukup dan siap pakai, sehingga tidak ada hambatan yang mengganggu pelaksanaan tugas selama masa operasi.‎ 

‎Kepala Pelaksana Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Polres Cianjur menjelaskan bahwa kegiatan persiapan ini memiliki tujuan yang sangat jelas, yaitu mengoptimalkan pelayanan serta pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H. ‎

‎"Musim mudik adalah momen yang dinantikan oleh seluruh masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga, dan kami berkomitmen untuk memastikan bahwa perjalanan mereka melalui wilayah Cianjur berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Setiap langkah persiapan yang kami lakukan hari ini adalah bentuk nyata dari dedikasi kami untuk melindungi keselamatan dan kenyamanan masyarakat," jelasnya.‎ 

‎Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri akan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kapolda Jawa Barat, yang akan mencakup masa mudik sebelum Idul Fitri dan masa balik setelah hari raya. ‎

‎Selama periode tersebut, Satlantas Polres Cianjur akan meningkatkan patroli dan penempatan pos pengamanan di berbagai titik strategis, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti dinas perhubungan, badan penyelenggara jalan raya, serta masyarakat lokal untuk menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif.

‎