Perkuat Wawasan Kebangsaan, Kepala BNNP Aceh Ingatkan 6.000 Mahasiswa Bahaya Narkoba dan Modus Baru Liquid Vape

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Kepala BNNP Aceh Ingatkan 6.000 Mahasiswa Bahaya Narkoba dan Modus Baru Liquid Vape

MetroNusantaraNews.com | Banda Aceh — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengajak sekitar 6.000 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman nonmiliter, termasuk penyalahgunaan narkotika dan perkembangan modus baru peredaran narkoba.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Ar-Raniry, Senin (24/8/2026), dengan tema “Wawasan Kebangsaan dan Ancaman Narkoba.”

Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Tantangan bangsa di era modern tidak hanya berbentuk perang konvensional maupun konflik bersenjata. Ancaman dapat hadir dalam berbagai bentuk nonmiliter dan proxy war, yaitu konflik atau persaingan yang dilakukan secara tidak langsung dengan memanfaatkan pihak, kelompok, maupun berbagai instrumen untuk melemahkan suatu bangsa.

“Proxy war tidak selalu hadir dalam bentuk perang secara langsung. Upaya melemahkan suatu bangsa dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan merusak kualitas dan masa depan generasi mudanya dengan penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman serius yang harus kita waspadai bersama,” tegas Dedy.

Waspadai Perubahan Modus Narkoba

Kepala BNNP Aceh mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan modus dan bentuk peredaran narkotika yang semakin beragam. Jika selama ini masyarakat lebih mengenal narkotika dalam bentuk padat seperti kristal atau tablet, saat ini muncul tren penyalahgunaan zat dalam bentuk cair yang dapat dimasukkan atau digunakan melalui perangkat vape atau rokok elektronik.

Salah satu zat yang menjadi perhatian adalah Etomidate, yang ditemukan dalam sejumlah produk atau cairan vape yang beredar dan disalahgunakan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa modus peredaran narkotika terus berkembang dan dapat menyasar kelompok muda dengan cara yang lebih tersamar.

“Modusnya terus berubah. Kalau dahulu kita lebih banyak mengenal narkotika dalam bentuk padat, sekarang kita menghadapi perkembangan penyalahgunaan dalam bentuk cair yang dapat dimasukkan ke dalam perangkat vape. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan etomidate melalui liquid/vape,” jelas Dedy.

Jangan tertipu dengan bentuknya. Secara medis, Etomidate memang merupakan obat anestesi yang penggunaannya harus dilakukan dalam pengawasan tenaga kesehatan. Namun, ketika disalahgunakan dan dimasukkan ke dalam liquid vape dengan dosis serta kandungan yang tidak jelas, risikonya dapat sangat serius, mulai dari gangguan kesadaran, pernapasan, fungsi jantung, hingga gangguan hormonal.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena bentuk dan kemasan yang menyerupai produk vape dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda, kurang menyadari risiko dan bahayanya. Generasi muda harus kritis dan memahami bahwa vape belum tentu aman, bisa saja liquidnya mengandung zat yang berbahaya terutama jenis narkotika.

Perubahan modus tersebut harus diikuti dengan peningkatan literasi dan kewaspadaan masyarakat, khususnya mahasiswa, agar tidak mudah menerima, mencoba, maupun mengedarkan produk yang tidak jelas kandungannya.

Mahasiswa sebagai Benteng Generasi Bangsa

Generasi muda merupakan salah satu kelompok strategis dalam menjaga ketahanan bangsa. Berbagai persoalan seperti narkotika, judi online, penyebaran hoaks, kejahatan siber, radikalisme, paham ekstrem, hingga degradasi moral perlu dihadapi dengan daya tangkal yang kuat.

Dedy mengajak mahasiswa baru UIN Ar-Raniry untuk membangun pergaulan yang sehat, kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan perilaku yang dapat merusak masa depan.

BNNP Aceh berharap mahasiswa baru UIN Ar-Raniry tidak hanya memiliki wawasan akademik, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat, karakter tangguh, integritas, serta daya tangkal terhadap berbagai ancaman nonmiliter dan perkembangan modus penyalahgunaan narkoba.(FAHRID) Kaperwil Aceh