Polda Jabar Cek Jalur Utama Mudik/Balik Lebaran 2026, Ditlantas Petakan Kerawanan Dan Blackspot
Metronusantaranews.com, Jawa Barat - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah jalur utama yang menjadi tumpuan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemetaan secara detail terkait potensi kerawanan, titik rawan gangguan lalu lintas (trouble spot), serta lokasi yang memiliki risiko tinggi kecelakaan lalu lintas (blackspot) di berbagai wilayah.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan ini telah dilakukan sebulan yang lalu, di mana dirinya bersama Kapolda Jabar melakukan kunjungan langsung ke lokasi-lokasi jalur utama yang akan menjadi fokus arus lalu lintas pada musim mudik dan balik Lebaran tahun ini. Tujuan utama dari kunjungan langsung tersebut adalah untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan raya serta melakukan identifikasi dini terhadap segala bentuk potensi yang dapat mengganggu kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
"Kami melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar dapat mendapatkan gambaran yang akurat mengenai kondisi jalur-jalur yang akan digunakan oleh jutaan masyarakat dalam perjalanan mudik dan balik Lebaran, dengan melakukan pengecekan secara langsung, kami dapat melihat kondisi aktual infrastruktur, termasuk kondisi permukaan jalan, tanda-tanda lalu lintas, sarana prasarana pendukung, serta faktor-faktor lain yang berpotensi menjadi masalah," ujar Raydian.
Pengecekan dilakukan secara komprehensif meliputi berbagai lintasan strategis yang menjadi tonggak pergerakan arus mudik dan balik di Jawa Barat. Jalur-jalur yang diperiksa meliputi jalur Pantura (Pantai Utara) yang berperan penting sebagai penghubung arus lalu lintas dari arah Sumatera menuju Jakarta, serta melanjutkan perjalanan ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan pada Jalur Tol Trans Jawa yang menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih cepat.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengecek jalur arteri selatan Priangan Timur yang menjadi akses penting bagi masyarakat dari wilayah bagian selatan Jawa Barat, serta jalur Pansela (Pantai Selatan) yang menghubungkan berbagai kota besar di pesisir selatan Jawa Barat dan menjadi alternatif bagi masyarakat yang memilih rute pantai dalam perjalanan mudik atau balik.
Setiap jalur yang diperiksa mendapatkan perhatian khusus, mulai dari kondisi infrastruktur hingga analisis volume lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi pada musim Lebaran mendatang.
Langkah pengecekan dan pemetaan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan awal guna mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026, operasi Ketupat sendiri merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Kepolisian untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan lalu lintas selama musim mudik dan balik Lebaran.
Dengan melakukan identifikasi potensi kerawanan lebih awal, pihak kepolisian berharap dapat mengambil langkah-langkah preventif yang tepat untuk meminimalkan risiko terjadinya kemacetan, kecelakaan, atau gangguan lain yang dapat mengganggu perjalanan masyarakat
"Pada saat pengecekan itu, sudah kita mapping potensi kerawanan-kerawanan, trouble spot dan black spot yang di area masing-masing. Setiap titik yang memiliki potensi masalah kami catat secara detail, mulai dari faktor penyebab hingga dampak yang mungkin terjadi jika tidak ditangani dengan tepat," jelas Raydian.
Dari hasil peninjauan lapangan beserta data pemetaan yang telah dikumpulkan, Raydian menyebutkan bahwa informasi tersebut kemudian segera ditindaklanjuti dengan memberikan perintah kepada para Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) di masing-masing wilayah Kabupaten dan Kota se Jawa Barat.

Jabotabek
