“Telat Bayar Diputus, Air Mati Tak Diurus”, Warga Gampong Kapa Geram ke PDAM

“Telat Bayar Diputus, Air Mati Tak Diurus”, Warga Gampong Kapa Geram ke PDAM

MetroNusantaraNews.com | Langsa — Pelayanan air bersih PDAM Tirta Keumueneng kembali menuai sorotan. Aliran air ke warga Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, disebut telah mati selama berminggu-minggu tanpa kepastian kapan kembali normal.

Kondisi tersebut membuat warga geram. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat dibutuhkan setiap hari, mulai dari mandi, memasak, mencuci hingga berwudhu.

“Air sudah berminggu-minggu tidak hidup. Kami mau berbuat apa? Ambil air untuk wudhu saja tidak bisa,” ungkap seorang warga Gampong Kapa yang enggan disebutkan namanya, Senin (7/9/2026).

Warga semakin mempertanyakan pelayanan PDAM karena menurut mereka, ketika pembayaran rekening terlambat, pelanggan bisa langsung dikenakan tindakan pemutusan. Namun ketika air mati berminggu-minggu, warga justru mengaku tidak mendapatkan respon yang jelas dari pihak PDAM maupun Unit Pelayanan PDAM Langsa Timur.

“Kalau telat bayar, cepat sekali diputus. Tapi kalau air mati berminggu-minggu, kami tidak tahu harus mengadu ke mana. Tidak ada respon yang jelas dari pihak PDAM maupun unit pelayanan,” keluh warga tersebut.

Menurut warga, kondisi ini dinilai tidak adil bagi pelanggan. Masyarakat tetap dituntut memenuhi kewajiban pembayaran, sementara hak untuk mendapatkan pelayanan air bersih justru tidak dirasakan sebagaimana mestinya.

Warga meminta pihak PDAM Tirta Keumueneng tidak hanya aktif ketika menagih pembayaran pelanggan, tetapi juga sigap ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dan menyampaikan keluhan.

“Jangan hanya cepat kalau urusan pembayaran. Kami juga butuh pelayanan. Air ini kebutuhan pokok, bukan barang mewah,” tegasnya.

Warga berharap pihak manajemen PDAM Tirta Keumueneng segera turun tangan mengecek kondisi jaringan dan distribusi air ke Gampong Kapa. Mereka juga meminta Unit Pelayanan PDAM Langsa Timur memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab air mati serta kepastian kapan aliran air kembali normal.

Jangan sampai pelanggan hanya dituntut membayar tepat waktu, sementara ketika pelayanan bermasalah, masyarakat harus menunggu tanpa kepastian.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan respon dan tindakan nyata dari pihak PDAM Tirta Keumueneng maupun Unit Pelayanan PDAM Langsa Timur terkait keluhan tersebut.(FAHRID) Kaperwil Aceh