Tak Disangka Seorang Kepala Desa Bisa Marah Dengan Tamunya, Apa Penyebabnya

223

Silaturahmi adalah hal yang baik dalam membina tali persaudaraan, namun ini sungguh sangat mengejutkan kami dari media jelajahperkara, Metro Nusantara News, etalase dan Sidakpos yang kebetulan sejak pagi sedang silaturahmi dengan Kepala Desa Rejo Agung Edi Purwanto untuk meliput rapat koordinasi dengan para Kadus dan Ketua RT Selasa, 25/01/2022.

Baca : Kepala Kampung Rejo Agung Pimpin Rapat Koordinasi Dengan Kepala Dusun Dan Ketua RT.

Sekira pukul 10.00 wib rapat telah selesai dan kami para jurnalis berbincang-bincang dengan Kepala Desa Purwanto namun tiba-tiba datang seorang tamu dan beberapa orang ternyata wartawan dari Pesawaran dan pembicaraan berlangsung diruang Kades.

Sebelum ruang Kades dipersiapkan untuk tamu saya tanyakan pada Purwanto “siapa Pak Pur? yang beli tanah di kalangan 1”, ucapnya Purwanto.
Kemudian tamu dan Purwanto masuk baru beberapa menit ada suara gaduh Sontak saja kami kaget yang lagi asik ngobrol sesama media, karena kami mendengar suara keras dan lantang dari Purwanto yang kami dengar “keluar kamu…. keluar… kenapa kamu bawa bawa wartawan segala”, demikian yang kami dengar selaku awak media.

Bukan itu saja Purwanto meluapkan kemarahan nya untuk menyuruh pergi tamunya dengan memukulkan kursi ke dinding kantor hingga salah satu kaki kursi plastik patah.
Dan diulangi lagi pergi kamu sambil mengambil batu untuk melemparkan kearah tamunya yang sebagian ada dimobil dan ada yang belum masuk, kemudian saya (awak media) dan ada salah satu staf Desa yang berusaha menenangkan Purwanto sambil memegang tangannya agar batu yang dipegang tidak sampai mengenai tamunya, secara pisik badan kami berdua lebih kecil dari Purwanto sehingga batu itupun akhirnya lepas juga walaupun terlempar tidak terlalu jauh karena saya tahan.

Sebelumnya pergi saya sempat menemui tamu tadi dan saya sampaikan, ” Maaf Bang kami juga tamu dan kebetulan aku juga dari media Jelajahperkara.com sejak tadi pagi sudah berada disini, dan tolong pergi dulu jangan dilayani atas kemarahan Pur, karena kita tau ia seorang Tentara dan jiwanya masih tertanam dalam hatinya. Mungkin lain kali saja bang ya. Demikian kronologis kejadian yang dapat kami himpun selaku media.

(Dwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here